<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-37881827</id><updated>2012-02-16T17:33:23.065-08:00</updated><category term='militer'/><category term='Tokoh'/><category term='Breaking News'/><category term='Sinambela'/><title type='text'>KESULTANAN HAMPARAN PERAK</title><subtitle type='html'>Didirikan oleh Guru Patimpus Sinambela, Kadang Dikenal Dalam Sejarah Dalam Marga Sembiring, Pendiri Kota Medan, Cucu Sisingamangaraja I. Diakuisisi Oleh Aceh dan Menjadi Bagian Kesultanan Deli. Rekonstruksi Sejarah, Dinamika Sosial, Sistem Pemerintahan dan Warisan Budaya. Memperkaya Khazanah Peradaban Indonesia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sinambela.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinambela.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37881827.post-4551314489498226299</id><published>2007-07-19T13:01:00.000-07:00</published><updated>2007-07-19T13:07:29.043-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='militer'/><title type='text'>Menangkal Agresi Dari Laut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ozzVFEFiA08/Rp_EEtmv78I/AAAAAAAAAIY/XCqEjgR7NKc/s1600-h/laut1.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_ozzVFEFiA08/Rp_EEtmv78I/AAAAAAAAAIY/XCqEjgR7NKc/s400/laut1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5089001689192591298" /&gt;&lt;/a&gt;Berkaitan dengan Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Ke-57 tanggal 5 Oktober 2002, Kompas menyelenggarakan diskusi bertema "Quo Vadis Reformasi TNI?" pada Selasa (1/10) di Jakarta. Enam pembicara dalam diskusi itu adalah Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Indonesia Prof Dr Juwono Sudarsono yang juga mantan Menteri Pertahanan, pengamat militer Letjen (Purn) Hasnan Habib, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Letjen Agus Widjojo, pengamat militer Dr Kusnanto Anggoro, dan Dr Edy Prasetyono, serta Presidium Kontras Munir. Ditambah berbagai bahan yang diperoleh di lapangan, hasil diskusi dituangkan berturut-turut di halaman ini, 30, dan 31.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUATU hari di timur laut wilayah Timor Timur (Timtim), saat terjadi ketegangan antara Indonesia dengan Portugal. Kapal selam Indonesia yang sedang berpatroli bergerak dalam posisi berlawanan arah dengan kapal perusak (destroyer) milik Portugal yang memasuki wilayah perairan Indonesia. Dari kejauhan awak kapal Portugal melihat dengan jelas kapal selam Indonesia, dan sebaliknya keberadaan kapal Portugal telah terdeteksi oleh kapal selam Indonesia. Terjadi sesuatu yang tidak lazim, meski telah terlihat dan semakin dekat dengan kapal Portugal, kapal selam Indonesia tetap berlayar di permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulah kapal selam Indonesia itu menimbulkan spekulasi bagi awak kapal Portugal. Mereka berpikir, Indonesia sedang memainkan taktik baru dengan tidak menyelamkan kapal selamnya meskipun telah terlihat oleh musuh. Akhirnya destroyer Portugal putar haluan tanpa terjadi insiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa teknologi canggih-karena ternyata kapal selam tua itu memang sudah tidak mampu menyelam-Indonesia berhasil menghalau kapal Portugal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah sekadar lelucon atau benar-benar terjadi, yang jelas kisah itu menggambarkan betapa sangat terbatasnya kemampuan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki militer Indonesia, sehingga dalam menghadapi ancaman dari negara lain, terpaksa harus diimbangi dengan kenekatan prajurit TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Bernard Kent Sondakh, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR awal Juli lalu, mengakui lemahnya kemampuan tempur matra laut. Dari total 113 KRI (Kapal Republik Indonesia) yang dimiliki TNI AL saat ini-meliputi kapal tempur, kapal patroli, dan kapal pendukung-tak ada satu pun yang siap tempur sesuai fungsi azasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya kapal milik TNI AL itu telah berusia tua dan kondisinya semakin diperparah oleh embargo peralatan militer oleh Amerika Serikat (AS), yang sampai saat ini belum benar-benar dicabut. Keseluruhan armada kapal TNI AL, sebanyak 39 KRI berusia di atas 30 tahun, 42 KRI berusia antara 21-30 tahun, 24 KRI berusia antara 11-20 tahun, dan hanya delapan KRI yang berusia di bawah sepuluh tahun tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kondisi dua kapal selam kelas U-209 buatan Jerman tahun 1981, dengan senjata andalan torpedo tengah bermasalah dengan sistem motor pokok. Juga mengalami kerusakan pada sistem kompressor, dan baterai torpedo yang sudah kadaluwarsa. Untuk perbaikannya agak sulit, karena galangan kapal di Indonesia, termasuk PT PAL Indonesia, belum mampu menangani pemeliharaan tingkat depo bagi kapal selam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam kapal fregat TNI AL teknologinya sudah ketinggalan jauh. Tingkat kerusakan kapal kelas Van Speijk buatan Belanda tahun 1967 juga cukup tinggi. Kemampuan fire power dan kecepatannya sudah menurun, sedangkan kondisi senjata andalannya, peluru kendali jenis Harpoon, dua di antaranya sudah kadaluwarsa dan empat buah lainnya kadaluwarsa pada akhir 2002 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi menyedihkan itu juga dialami empat korvet buatan Belanda dan Yugoslavia tahun 1980. Dari empat kapal itu, satu dalam kondisi siap terbatas dan tiga buah lainnya dalam pemeliharaan. Sementara itu, 26 senjata andalannya berupa peluru kendali exocet MM-38, seluruhnya sudah kadaluwarsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib yang tidak jauh berbeda juga terjadi pada 16 unit korvet tipe parchim bekas Jerman Timur, dan empat kapal cepat rudal buatan Korea tahun 1979. Hanya dua kapal cepat torpedo buatan PT PAL Indonesia tahun 1988 yang masih dalam kondisi baik dan siap dioperasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kesiapan alutsista yang dimiliki TNI Angkatan Udara (AU)? Dalam rapat dengar pendapat Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal Chappy Hakim dengan Komisi I DPR beberapa waktu lalu, terungkap bahwa kesiapan dari seluruh pesawat terbang TNI AU berada di bawah 50 persen. Sedangkan kesiapan radar pertahanan udara sekitar 68 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 222 pesawat terbang TNI AU, yang dapat disiapkan untuk beroperasi hanya 93 pesawat. Selebihnya, 129 pesawat tidak siap beroperasi. Khusus untuk pesawat tempur, dari 89 pesawat yang ditempatkan pada tujuh skadron udara, hanya 30 pesawat yang siap dioperasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula radar pertahanan udara yang jumlahnya 16 unit, hanya dapat disiapkan 11 unit. Sementara itu, TNI AU belum memiliki radar-radar early warning dan ground control interception, sehingga wilayah udara di atas wilayah kedaulatan Republik Indonesia belum mampu dimonitor secara utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi serba terbatas tentu juga dialami TNI Angkatan Darat (AD). Kekuatan kendaraan tempur (ranpur) jenis tank dan panser, bila dilihat dari segi kuantitas, telah mencapai sekitar 95 persen dari kebutuhan. Akan tetapi, dari segi kualitas hanya mencapai sekitar 55 persen dari yang seharusnya. Karena sebagian besar dari ranpur dimaksud adalah aset lama dengan usia pakai rata-rata di atas 40 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tank Scorpion buatan Inggris tahun 1986-hasil pengadaan tahun 1996 yang jumlahnya 100 unit-saat ini tidak lagi mendapat dukungan amunisi baru akibat embargo oleh negara produsennya. Sementara, amunisi awal yang diadakan bersamaan dengan kontrak pembelian ranpur tersebut, jumlahnya sudah jauh berkurang karena telah digunakan untuk keperluan latihan. "Amunisi Scorpion yang dibeli bersamaan dengan kendaraannya sebenarnya baru untuk kebutuhan uji coba. Untuk bekal pokok, belum ada," ungkap Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Ryamizard Ryacudu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENGAN kondisi serba terbatas, kemampuan TNI mengantisipasi apalagi mengatasi ancaman yang mungkin muncul di kawasan Asia Pasifik agaknya meragukan. Sementara, angkatan perang kita masih tertatih-tatih untuk bangkit di bawah tekanan embargo Amerika Serikat (AS) dan keterbatasan anggaran dari negara, sejak awal tahun 1990-an negara-negara Asia Pasifik telah dan sedang meningkatkan kekuatan militernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat militer dan pertahanan dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Dr Edy Prasetyono, memberi gambaran umum. Negara-negara di kawasan diperkirakan telah membeli atau memproduksi dengan lisensi kurang lebih 3.000 pesawat militer, termasuk di dalamnya 1.500 pesawat tempur (fighters and strike aircrafts) dan 400 kapal perang. "Ini adalah fenomena luar biasa karena justru setelah Perang Dingin usai, terlihat ada semacam kompetisi peningkatan kakuatan militer di kawasan," kata Edy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan untuk meng-up grade pesawat tempur yang lama dilakukan di Korea, Australia, dan Singapura. Korea merencanakan akan membeli 40 buah pesawat F-15 baru, dengan harga sekitar 4 milyar dollar AS. Australia juga akan membeli 100 pesawat baru menggantikan F/A-18 dan F-111 milik angkatan pertahanannya, dengan anggaran sekitar 6 milyar dollar AS. Sementara, Singapura akan memperkuat armada udaranya dengan 20 hingga 24 pesawat tempur, dan akan membeli sekitar 80 pesawat tempur baru sampai tahun 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ada penurunan akibat krisis ekonomi, sejak tahun 1998 anggaran militer negara-negara kawasan menunjukkan peningkatan. Bahkan, dengan perhitungan dollar AS, Asia Timur meningkat dari 94,62 milyar dollar AS menjadi 108,73 milyar dollar AS, Asia Tenggara dari 12,6 milyar AS menjadi 14,26 dollar AS, Asia Selatan dari 14,55 milyar dollar AS menjadi 19,59 milyar dollar AS. Menurut data International Institute for Strategic Studies, 2000-2001 itu, pengecualian terjadi pada kawasan Australasia (Australia dan Selandia Baru), yang mengalami penurunan dari 7,98 milyar dollar AS menjadi 7,278 milyar dollar AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan Indonesia yang anggaran pertahanannya hanya Rp 12.754,94 milyar atau hanya 3,71 persen dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Anggaran pertahanan Indonesia sebesar itu hanya cukup untuk membeli separuh kapal perusak USS Paul Hamilton milik AS. Jepang, tetangga kita, memiliki enam buah kapal destroyer sejenis Paul Hamilton itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENINGKATAN kekuatan militer di kawasan Asia Pasifik ditandai ciri utama penekanan pada aspek maritim. Masih menurut Edy, penekanan pada aspek maritim adalah hal yang dari perhitungan strategis dapat dipahami. Negara-negara di kawasan masih menghadapi konflik-konflik teritorial, terutama wilayah dan perbatasan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu mendorong negara-negara di kawasan untuk mengembangkan perencanaan dan strategi militer dengan penekanan pada pembangunan kekuatan militer yang dapat melindungi kepentingan-kepentingan maritim: melindungi Sea Line of Communications (SLOCs), zona ekonomi eksklusif (ZEE), dan wilayah-wilayah perairan (coastal areas) yang lain. Terlebih negara-negara Asia Pasifik menghadapi ancaman keamanan laut lebih besar dari negara-negara di kawasan lain. Mereka harus mengawasi dan melindungi lebih dari 52 persen wilayah laut di dunia. Jalur laut di kawasan ini juga sangat vital bagi negara-negara di kawasan dan dunia secara keseluruhan. Nilai perdagangan yang melintasi jalur Asia Pasifik mencapai trilyunan dollar AS tiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ancaman keamanan baru (non-traditional security threats) juga makin berhasil memanfaatkan dan memanipulasi dimensi laut, terutama pembajakan dan migrasi ilegal. Menurut International Maritime Bureau, pada tahun 2000, sebanyak 119 dari 285 insiden serangan bajak laut di seluruh dunia terjadi di perairan Indonesia. Di antaranya, 75 insiden terjadi di kawasan Provinsi Riau dan Selat Malaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri lain dari peningkatan kekuatan militer di kawasan Asia Pasifik adalah bahwa sebagian besar senjata yang dibeli atau diperoleh mempunyai sifat ofensif. Hal ini bisa dilihat dari akuisisi persenjataan yang dilakukan oleh negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur, dengan penekanan pada peningkatan kekuatan udara dan laut yang bersifat mobile dan mampu digunakan untuk proyeksi kekuatan di luar batas nasional. Misalnya, pesawat tempur, kapal perang moderen, kapal selam, dan rudal jarak jauh antikapal dan antikapal selam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ciri seperti ini, dikhawatirkan akan lahir rantai aksi-reaksi dalam persenjataan atau kekuatan udara dan laut yang akan berakibat negatif terhadap kestabilan kawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTANYAAN yang timbul kemudian setelah melihat kedua ciri peningkatan kekuatan militer di kawasan Asia Tenggara itu, apakah Indonesia masih bisa mempertahankan dan melindungi kedaulatannya dengan menggunakan strategi pertahanan pulau-pulau besar? Apakah doktrin Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Hankamrata) masih relevan? Apakah Indonesia masih tetap dapat bertumpu pada taktik perang gerilya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Edy, perang masa sekarang bukan lagi perang teritorial. Tidak ada lagi perang untuk menguasai teritorial tertentu. "Kalau terjadi perang, sasarannya adalah penghancuran terhadap apa yang disebut sebagai center of gravity. Tempat-tempat strategis yang menjadi sasaran penghancuran dengan menggunakan persenjataan moderen," papar Edy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk perang tradisional yang mengandalkan pada okupasi akan menjadi semakin terbatas. Pengalaman Perang Teluk, tahun 1990, menunjukkan betapa perang tidak lagi ditandai dengan operasi sekuensial, attrition oriented attacks, dan operasi yang didukung dengan logistik besar-besaran, melainkan ditandai dengan operasi nonlinier dan serentak, serangan yang cepat dan mematikan terhadap center of gravity, dan dukungan logistik yang just-on-time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah upaya sejumlah pakar untuk mengembangkan suatu sistem pertahanan nasional yang dapat diandalkan, sesuai dengan perkembangan strategis di kawasan Asia Pasifik, KSAD tetap gigih mempertahankan keberadaan komando teritorial (koter) atau komando kewilayahan yang menempatkan perang gerilya sebagai strategi utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur koter dinilai masih relevan dengan tugas pokok TNI AD menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa Indonesia, sebab Indonesia masih menghadapi berbagai masalah kebangsaan. Koter dibutuhkan sebagai penanggap awal terhadap ancaman, baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri. "Selama masalah kebangsaan kita belum final, komando teritorial masih tetap dibutuhkan," kata Ryamizard dalam berbagai kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di sisi lain, Ryamizard mengakui telah terjadi akumulasi kegagalan TNI dalam mengelola pembinaan teritorial (binter) di wilayah-wilayah yang sekarang dilanda konflik bersenjata dan konflik horizontal. Hal itu mengakibatkan penanganan konflik di wilayah Aceh, Papua, Maluku, dan Poso berlarut-larut dan hingga kini belum terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaibnya, Departemen Pertahanan (Dephan) maupun Markas Besar (Mabes) TNI tidak memiliki matriks perencanaan dan pengelolaan pertahanan secara terpadu atau semacam rencana strategis (renstra) untuk jangka waktu tertentu. Hal ini diakui Wakil Ketua MPR Letjen Agus Widjojo. "Kita hanya meraba-raba secara sektoral titik demi titik, yang akhirnya setelah kita keluar ruangan, itu juga hilang ditelan angin. Tidak pernah berbentuk," ungkap Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya hingga saat ini strategi pertahanan yang digunakan Indonesia bukan atas dasar penilaian terhadap ada atau tidaknya ancaman, melainkan pertahanan berdasar kemampuan atau capability defense management.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37881827-4551314489498226299?l=sinambela.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/4551314489498226299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/4551314489498226299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinambela.blogspot.com/2007/07/menangkal-agresi-dari-laut.html' title='Menangkal Agresi Dari Laut'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_ozzVFEFiA08/Rp_EEtmv78I/AAAAAAAAAIY/XCqEjgR7NKc/s72-c/laut1.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37881827.post-3251416963335342847</id><published>2007-07-19T12:59:00.000-07:00</published><updated>2007-07-19T13:04:12.438-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='militer'/><title type='text'>Menggagas Super Power Maritim Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_ozzVFEFiA08/Rp_DENmv77I/AAAAAAAAAIQ/QHZ6nv6_Z6w/s1600-h/laut.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_ozzVFEFiA08/Rp_DENmv77I/AAAAAAAAAIQ/QHZ6nv6_Z6w/s400/laut.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5089000581091028914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan Militer sebagai Pengimbang dan Penggentar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Koesnadi Kardi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SATU lagi wilayah kedaulatan Indonesia diklaim oleh Malaysia setelah mereka &lt;br /&gt;berhasil merenggut Sipadan dan Ligitan dari tangan kita melalui meja &lt;br /&gt;Mahkamah Internasional. Tindakan negara jiran ini membangkitkan rasa &lt;br /&gt;persatuan masyarakat dengan timbulnya rasa antipati rakyat Indonesia kepada &lt;br /&gt;Malaysia. Didorong oleh rasa nasionalisme yang tinggi dan keinginan yang &lt;br /&gt;besar untuk berpartisipasi dalam mempertahankan wilayah kedaulatan RI, rasa &lt;br /&gt;antipati tersebut akan bisa semakin besar sebagaimana bergulirnya bola salju &lt;br /&gt;manakala tidak bisa ditangani secara baik dan memuaskan (bagi ukuran publik &lt;br /&gt;Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan secara baik atas tragedi ini nampaknya akan selalu diupayakan &lt;br /&gt;oleh Malaysia dan Indonesia, baik melalui jalur politik-diplomasi, namun &lt;br /&gt;demikian ada satu kekuatan yang mampu menekan agar penyelesaikan damai yang &lt;br /&gt;adil dapat segera diwujudkan, yaitu melalui balance of power (perimbangan &lt;br /&gt;kekuatan). Bagi mereka yang memiliki kekuatan militer yang lebih dapat &lt;br /&gt;diandalkan, keyakinan akan deterrence power (kekuatan penggentar) menjadi &lt;br /&gt;lebih besar sehingga mampu memberikan kekuatan menekan -- sebagai bargaining &lt;br /&gt;power -- dalam penyelesaian politik. Kegagalan dalam bidang penyelesaian &lt;br /&gt;politik dan diplomasi akan menyebabkan timbulnya clash militer. Pada &lt;br /&gt;dasarnya, "perang adalah kelanjutan keputusan politik", kata Clausewitz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan Militer sebagai Penggentar&lt;br /&gt;Dalam konflik dengan Belanda dalam kasus Irian Barat (sekarang Papua) di &lt;br /&gt;awal 1960-an, adalah kekuatan angkatan perang dan mobilisasi umum yang &lt;br /&gt;menjadi salah satu penentu perginya Belanda dari wilayah itu. Indonesia saat &lt;br /&gt;itu memiliki antara lain 1 skadron pesawat pengebom strategis TU-16 KS dan &lt;br /&gt;berbagai macam pesawat tempur Mig, mulai dari Mig 15, Mig 17, Mig 19, sampai &lt;br /&gt;dengan Mig 21.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, peta kekuatan udara ini saja sudah merupakan alat utama sistim &lt;br /&gt;senjata udara yang diperhitungkan negara manapun di dunia ini, termasuk &lt;br /&gt;negara seperti Belanda. Sedangkan kekuatan tempur yang dimiliki oleh &lt;br /&gt;Angkatan Laut RI saat itu adalah sejumlah kapal selam, perusak, hingga jenis &lt;br /&gt;penjelajah berat yang kesemuanya dalam keadaan siap-siaga dan berkemampuan &lt;br /&gt;penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa lalu itu kita telah menerapkan in peace prepare for war, in war &lt;br /&gt;prepare for peace (dalam damai bersiaplah untuk berperang, dalam perang &lt;br /&gt;bersiaplah untuk berdamai), seperti dikatakan Sun Tzu dalam bukunya yang &lt;br /&gt;terkenal The Art of War.&lt;br /&gt;Penggelaran kekuatan militer besar-besaran Indonesia saat itu rupanya telah &lt;br /&gt;menarik perhatian Amerika Serikat sebagai sekutu Belanda yang kemudian &lt;br /&gt;memberikan hasil pengamatan intelijennya ke Belanda berkaitan dengan &lt;br /&gt;persiapan Indonesia untuk menghancurkan kekuatannya di Irian Barat. &lt;br /&gt;Barangkali menyadari kekuatannya sendiri yang lebih lemah dan untuk &lt;br /&gt;menghindari risiko yang lebih besar, kapal induk Karel Dorman segera ditarik &lt;br /&gt;kembali ke Belanda kemudian menyatakan menyerah melalui meja perundingan. &lt;br /&gt;Irian Barat kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bagaimana dengan kekuatan militer kita saat ini dihadapkan &lt;br /&gt;dengan masalah Ambalat? Masih bisakah kita mempraktekkan ajaran-ajaran Sun &lt;br /&gt;Tzu yang dua ribu limaratus tahun yang lalu telah mengatakan bahwa the true &lt;br /&gt;object of war is peace (tujuan perang yang sebenarnya adalah damai)? &lt;br /&gt;Bagaimana bila memang perang kemudian tidak dapat dihindarkan?&lt;br /&gt;Sebetulnya, dari makna tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak akan tercapai &lt;br /&gt;suatu perdamaian tanpa membangun kekuatan militer yang kuat, karena bila &lt;br /&gt;suatu pihak masih merasa dapat mengandalkan kemampuan dan kekuatannya yang &lt;br /&gt;dianggap melebihi kekuatan lawannya, maka intimidasi dan provokasi menuju &lt;br /&gt;suatu perang tidak akan dapat terhindarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga Amerika Serikat dan Uni Soviet pada saat perang dingin, karena &lt;br /&gt;mereka memiliki kekuatan tempur yang berimbang, mereka tidak pernah &lt;br /&gt;berperang secara langsung. Mungkin ini pula jawaban mengapa Pakistan yang &lt;br /&gt;belum menjadi negara kaya dan bahkan tidak lebih dari negara kita, tetap &lt;br /&gt;memastikan diri untuk membangun kekuatan pertahanannya. Bahkan negara &lt;br /&gt;Amerika Serikat pun sebagai negara super power yang memiliki kekuatan &lt;br /&gt;militer lebih besar dari 10 negara-negara dalam urutan kekuatan tempur di &lt;br /&gt;bawahnya (antara lain Cina, Rusia, India sampai urutan ke sepuluh negara &lt;br /&gt;lainnya) masih terus meningkatkan kekuatan militernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan Kekuatan Udara dan Laut&lt;br /&gt;Kemampuan angkatan udara dan angkatan laut di era reformasi ini sangat &lt;br /&gt;memprihatinkan. Kita harus mengambil pilihan yang tepat, dalam sistem &lt;br /&gt;pertahanan nasional kita, dihadapkan dengan kondisi geopolitik dan &lt;br /&gt;geostrategis, dimana kita adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Bila &lt;br /&gt;kita semua bijak terhadap rasa nasionalisme kita sendiri, maka sebenarnya &lt;br /&gt;secara langsung ataupun tidak, kondisi tersebut telah mengamanatkan bahwa &lt;br /&gt;kekuatan udara dan laut Indonesia harus selalu ditingkatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara kita yang letaknya sangat strategis saat ini berbatasan dengan 9 &lt;br /&gt;(sembilan) negara tetangga (Malaysia, Singapura, Vietnam, Brunai, Filipina, &lt;br /&gt;Papua Nugini, Australia, Timor Leste, dan India) di mana tiga dari &lt;br /&gt;negara-negara tersebut memiliki perbatasan darat dengan Indonesia.&lt;br /&gt;Dari letak geografis dan dari pengalaman pengamatan, negara Indonesia hanya &lt;br /&gt;akan dapat dicapai secara ekonomis melalui lautan dan udara. Penguasaan &lt;br /&gt;penjajahan Belanda dan Jepang juga terjadi melalui jalur lautan dan udara. &lt;br /&gt;Dengan demikian untuk memiliki kemampuan pencegahan terhadap terjadinya &lt;br /&gt;invasi militer ke wilayah kedaulatan Indonesia dan untuk mampu mencapai &lt;br /&gt;perdamaian seperti apa yang disampaikan Sun Tzu, diperlukanlah angkatan &lt;br /&gt;udara dan laut yang selalu ditingkatkan kemampuannya.&lt;br /&gt;Agar efektif dan efisien, upaya peningkatan kekuatan udara dan laut harus &lt;br /&gt;selalu berkaitan erat dengan sifat dasar operasi udara (the nature of air &lt;br /&gt;operations) dan sifat dasar operasi maritim (the nature of maritime &lt;br /&gt;operations). Kekuatan udara selain dibangun melalui pesawat-pesawat buru &lt;br /&gt;sergap dan pengebom, juga harus dilengkapi dengan pesawat berkemampuan &lt;br /&gt;pengintaian atau pengamatan udara dan maritim dan pengendalian udara &lt;br /&gt;(control of the air) sedangkan kekuatan maritim harus difokuskan untuk &lt;br /&gt;peningkatan kemampuan pengendalian laut (control of the sea) dan proyeksi &lt;br /&gt;kekuatan (force projection).&lt;br /&gt;Apabila kekuatan udara dan kekuatan laut atau kekuatan maritim dapat &lt;br /&gt;ditingkatkan berarti kekuatan penggentar (deterrence power) sebagai salah &lt;br /&gt;satu amunisi dalam bernegosiasi secara politik maupun diplomatik akan lebih &lt;br /&gt;kuat dan berarti pula tujuan perdamaian akan dapat diwujudkan selain &lt;br /&gt;gangguan dan rongrongan terhadap kedaulatan negara yang kita cintai bersama &lt;br /&gt;ini akan berkurang atau hilang dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita harus kembali kepada ajaran Sun Tzu 'In peace prepare for war, in &lt;br /&gt;war prepare for peace', mungkinkah dengan kekuatan tempur yang kita miliki &lt;br /&gt;seadanya saat ini, Malaysia akan mundur atau mengurungkan niatnya dan &lt;br /&gt;mengakui kedaulatan wilayah kita hanya dengan melalui media politik dan &lt;br /&gt;diplomatik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah Marsda TNI, Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Dephan, &lt;br /&gt;Alumni Seskoal, Royal College Defence Studies, London&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37881827-3251416963335342847?l=sinambela.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/3251416963335342847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/3251416963335342847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinambela.blogspot.com/2007/07/menggagas-super-power-maritim-indonesia.html' title='Menggagas Super Power Maritim Indonesia'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_ozzVFEFiA08/Rp_DENmv77I/AAAAAAAAAIQ/QHZ6nv6_Z6w/s72-c/laut.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37881827.post-5342804615625354060</id><published>2007-07-19T12:39:00.000-07:00</published><updated>2007-07-19T12:49:16.747-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='militer'/><title type='text'>Indonesia Diserang, LPD Siap Dimobilisasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_ozzVFEFiA08/Rp-_Z9mv76I/AAAAAAAAAII/TROlh3wdjgk/s1600-h/landing.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_ozzVFEFiA08/Rp-_Z9mv76I/AAAAAAAAAII/TROlh3wdjgk/s400/landing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088996556706672546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Industri galangan kapal nasional PT PAL Indonesia, mulai membangun dua kapal perang Landing Platform Dock (LPD) atau jenis kapal yang dapat mengangkut personel maupun peralatan-peralatan tempur. Hal itu dinyatakan ketika dilakukannya pemotongan baja pertama (first steel cutting) dan peletakkan lunas pertama (keel laying) pesanan Departemen Pertahanan (Dephan) di Surabaya belum lama ini, sebagai realisasi order pembuatan dari manufacturing dan purchase contract PT PAL dengan Daewoo International Corporation pada 28 Maret 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuatan kapal LPD ke 3 dan 4 itu, diawali dengan penandatanganan Berita Acara dari Direktur Pengembangan (Dirbang) Usaha PT PAL Indonesia Ny. Kusumawati kepada Direktur Daewoo Mr. Sung Hun Lee yang kemudian dilanjutkan kepada Asisten Kasal bidang Logistik Laksda TNI Yoedoko, disaksikan oleh Kasal Laksamana TNI Slamet Soebijanto, Dirut PT PAL Indonesia Adwin Suryahadipraja serta Dirada Dephan Marsma TNI Muchtar Lubis yang mewakili Dirjen Ranahan Dephan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan adanya pembangunan LPD di PT PAL Indonesia, maka akan mengurangi ketergantungan kita pada negara lain terhadap proses pengadaan KRI atau kapal perang di masa mendatang”, kata Kasal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan dua kapal sejenis sebelumnya yang dibangun di Korea Selatan, kapal LPD ke 3 dan ke 4 yang diperuntukkan TNI AL tersebut, dirancang secara khusus untuk mampu dipasang meriam 100 mm dan dilengkapi dengan ruang CIC untuk sistem kendali senjata (fire control system), sebagai alat komunikasi dengan kapal-kapal jenis combatan untuk melindungi pendaratan pasukan dan kendaraan tempur serta pengendalian pendaratan helikopter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memiliki kemampuan mengangkut 507 personel, 13 ranpur, 5 helikopter dan dirancang menggunakan teknologi khusus stealth design atau tidak mudah ditangkap radar lawan, kedua kapal LPD buatan dalam negeri tersebut dapat digunakan untuk operasi militer selain perang, yakni operasi kemanusiaan serta penanggulangan bencana alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37881827-5342804615625354060?l=sinambela.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/5342804615625354060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/5342804615625354060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinambela.blogspot.com/2007/07/indonesia-diserang-lpd-siap.html' title='Indonesia Diserang, LPD Siap Dimobilisasi'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_ozzVFEFiA08/Rp-_Z9mv76I/AAAAAAAAAII/TROlh3wdjgk/s72-c/landing.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37881827.post-3647614189547683193</id><published>2007-07-19T12:30:00.000-07:00</published><updated>2007-07-19T12:38:32.226-07:00</updated><title type='text'>Armada Todak Kuasai Samudra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_ozzVFEFiA08/Rp-8Stmv74I/AAAAAAAAAH8/qd3f0gz0YyI/s1600-h/todak.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_ozzVFEFiA08/Rp-8Stmv74I/AAAAAAAAAH8/qd3f0gz0YyI/s400/todak.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088993133617737602" /&gt;&lt;/a&gt; BPPT &amp; PT. PAL MEMBUAT KAPAL PATROLI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menjalin kerjasama dengan PT. PAL Indonesia dalam bidang pembuatan prototipe kapal Patroli Cepat (KPC) 14 meter untuk kebutuhan pengguna dalam negeri terutama untuk pengamanan laut. deputi Kepala Bidang teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa BPPT,Prof.Ir.Said D.Jenie,Sc.D.mengatakan BPPT,telah menjalin kerjasama dengan PT.PAL secara berkelanjutan, dimana prototipe kapal yang dirancang dimaksud kan untuk mengisi celah-celah pasar di dalam negeri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan KPC untuk pengamanan perairan di wilayah Indonesia masih cukup besar antara lain digunakan Ditjen Bea Cukai,Polri serta perusahaan multinasional yang bergerak dibidang pengeboran minyak guna mengamankan anjungan. BPPT dalam melakukan pengembangan teknologi malalui kerjasama dengan Industri semacam PT.PAL diarahkan untuk menghasilkan produk yang marketable,meskipun upaya ini tidak mudah. Hal tersebut diungkapkan saat upacara penandatanganan naskah kerjasama antara BPPT dengan PT.PAL Indonesia di bidang pembuatan prototipe KPC 14 meter. Dikatakan lebih lanjut produk KPC yang dihasilkan industri galangan di dalam negeri cukup kompetitif menghadapi kapal sejenis buatan galangan internasional . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain itu peluang untuk memasarkan KPC di dalan negeri cukup besar.Seperti dikatakan oleh Menristek/Ka.BPPT Ir. Hatta Rajasa yang menganjurkan agar penguna kapal sedapat mungkin memanfaatkan produk dalam negeri supaya industri padat teknologi mampumeningkatkan kemampuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Utama PT.PAL Dr.Edwin H.Suryohadiprojo,mengaku prototipe produk kapal yang dirancang dengan BPPT tidak otomatis memperoleh sambutan positif end user,meskipun perusahaan galangan domestik memiliki kemampuan yang setara dengan kompetitor dari mancanegera. Masalah peningkatan komersialisasi dari kerjasama rancang bangun produk berteknologi tinggi itu belum terealisasi sesuai tujuan BPPT dan PT.PAL. "Kalangan pemegang kebijakan dan end user didalam negeri masih perlu diyakinkan tentang pentingnya menggunakan produk dalam negeri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37881827-3647614189547683193?l=sinambela.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/3647614189547683193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/3647614189547683193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinambela.blogspot.com/2007/07/armada-todak-kuasai-samudra.html' title='Armada Todak Kuasai Samudra'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_ozzVFEFiA08/Rp-8Stmv74I/AAAAAAAAAH8/qd3f0gz0YyI/s72-c/todak.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37881827.post-7743092776762170568</id><published>2007-03-22T00:25:00.000-07:00</published><updated>2007-03-22T00:40:02.343-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Breaking News'/><title type='text'>Raja Silahisabungan</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_ozzVFEFiA08/RgIwhKH_u4I/AAAAAAAAACY/QsfSZ9_2_Bs/s1600-h/naskahhulu.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_ozzVFEFiA08/RgIwhKH_u4I/AAAAAAAAACY/QsfSZ9_2_Bs/s200/naskahhulu.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5044647878820084610" /&gt;&lt;/a&gt;Ribuan Turunan Raja Silahisabungan Sidikalang Hadiri Pesta Partangiangan Bona Taon        &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mar 21, 2007 at 08:08 AM  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidikalang (SIB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan turunan Raja Silahisabungan Sidikalang sekitarnya hadiri pesta partangiangan bona taon di Gedung Olah Raga, Senin (19/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ir Tagor Sinurat MSc Ketua Umum Pesta Partangiangan Bona Taon mengatakan, tujuan partangiangan untuk menyatukan persepsi tentang pentingnya pemeliharaan adat dan budaya serta membina persaudaraan sesama keturunan Silahisabungan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Disebutkan, duduknya Sudi Silalahi menjadi Menteri Sekretaris Kabinet dan Letjen (purn) TB Silalahi menjadi penasehat Presiden SBY adalah hal yang patut disyukuri dan ditiru. Di samping itu beberapa putra terbaik juga pernah memimpin Sumut yakni EWP Tambunan dan Rudolf Pardede Gubsu sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tagor yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum ini mengatakan, melalui kegiatan itu dimohonkan agar Tuhan senantiasa memberi restu dan berkat kepada turunan Silahisabungan. Demikian generasi muda yakni kalangan pelajar senantiasa diberi akal sehat dan cerdas untuk dapat melanjutkan pembangunan bangsa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;John Mustafa Silalahi selaku unsur ketua pada kesempatan itu menerima spontanitas hadirin untuk memajukan Tagor Sinurat sebagai calon pemimpin Dairi ke depan. Tagor dinilai layak memimpin karena punya moral yang baik, pendidikan yang relevan, terbuka berkomunikasi dan diyakini mampu membawa perubahan yang diikuti pengayoman terhadap semua elemen, serta peduli terhadap kegiatan kerohanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas sambutan hangat sanak saudara dimaksud, Gading Muda Silalahi tokoh kharismaik dan pemerhati pendidikan ditemani raja-raja turpuk dan tokoh lainnya menyematkan “bulang-ulang” (pakaian kebesaran-red) ditambah pemberian ulos oleh marga Tampolon, Maha dan Bintang kepada Tagor Sinurat yang terlihat tak mampu menahan keharuan yang ditandai air mata yang hampir menetes. Tagor mengaku tersanjung menerima amanah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, Tagor dan panitia acara menyerahkan beasiswa kepada seratusan siswa SD-SMP- SLTA yang meraih prestasi terbaik di sekolah masing-masing. &lt;br /&gt;Jhonny Sitohang Wakil Bupati Dairi didampingi Dandim 0206/D Letkol Inf Zukriadi, menyampaikan apresiasi kepada tokoh marga yang mewujudkan kepedulian kepada pelajar dimana langkah tersebut amat membantu pemerintah di bidang pendidikan. Sebaiknya, terobosan ini juga diikuti marga-marga lain, ujar Johnny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan sehari itu berjalan penuh persaudaraan. Esron Kaloko pembawa acara dan Belman Tambunan SH yang juga Ketua Pengadilan Negeri Sidikalang menerangkan, marga Silalahi adalah miniatur kebhinekaan dimana marga ini membaur dengan semua etnis dan bebas menganut agama sesuai kepercayaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekapun manortor bersama saling menyembah dan memberi berkat kepada boru. Keturunan ini pun diingatkan pada sejarah hidup Raja Silahisabungan melalui pagelaran legenda “Poda sagu-sagu marlangan”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catt: Gambar di atas adalah gambar naskah Raja-raja Barus yang berisi sejarah Raja Barus dan Sisingamangaraja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37881827-7743092776762170568?l=sinambela.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/7743092776762170568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/7743092776762170568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinambela.blogspot.com/2007/03/raja-silahisabungan.html' title='Raja Silahisabungan'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_ozzVFEFiA08/RgIwhKH_u4I/AAAAAAAAACY/QsfSZ9_2_Bs/s72-c/naskahhulu.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37881827.post-7346219212873522624</id><published>2007-03-14T02:27:00.000-07:00</published><updated>2007-03-14T02:39:00.208-07:00</updated><title type='text'>Sufi Dan Perjuangan Melawan Penjajah</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1842/3922/1600/934916/sinam.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1842/3922/320/395534/sinam.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Parmalim, Tasawuf dan Penjajahan &lt;br /&gt;Parmalim, Tasawuf, Suluk dan Penjajahan Belanda&lt;br /&gt;By. Julkifli Marbun&lt;br /&gt;Dari: Humbahas.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tasawuf sebagai sebuah fenomena penghayatan agama Islam diperkirakan mulai masuk secara sistematis ke Tanah Batak sejak abad ke-10 M. Walau begitu, eksistensi masyarakat Islam di Tanah Batak telah dimulai sejak dua atau tiga abad sebelumnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya makam mahligai bertarikh abad ke-8 M di Barus yang menguatkan keberadaan komunitas Muslim yang mapan di wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa utusan dagang telah melakukan kunjungan ke Barus, Tanah Batak dalam masa Rasulullah SAW, termasuk beberapa personal sahabat dan tabi’in yang melaut. Komunitas-komunitas muslim mulai eksis dan berasimilasi dengan penduduk Batak di masa pemerintahan Khulafa al-Rasyidin (663-661 M). Hubungan dagang semakin mengalami kemapanan dan kemajuan di masa pemerintahan Dinasti Umayyah (661-750 M). Pada era ini diyakini orang-orang Batak Islam masih menganut agama yang benar-benar dipraktekkan oleh para sahabat dan tabiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau nilai-nilai sufisme sama umurnya dengan lahirnya agama Islam itu sendiri, diperkirakan sufisme dalam bentuk pengetahuan yang mandiri baru mulai dimasyarakatkan pada masa-masa Abu Mansyur al-Hallaj (w. 922 M), seorang sufi besar dari Baghdad, yang kemudian diikuti oleh sufi-sufi besar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka merintis pengembangan ajaran yang berisi tingkatan-tingkatan, maqamat, berikut metode-metode pencapaian spiritual sebagai upaya untuk menemukan hakikat ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui jaringan pedagang, pelaut, ilmuwan-ilmuwan dan para musafir yang lalu lalang antara Timur Tengah ke timur sampai Cina dan ke barat serta selatan menuju beberapa pusat perdagangan di Afrika, ajaran tasawuf mulai dikenal oleh masyarakat Islam di berbagai belahan dunia. Barus yang saat itu merupakan destinasi dan pusat perdagangan yang aktif, bersama Lamuri, Pidie dan Pasai serta kota-kota kerajaan penting di Nusantara di masa yang sama juga merasakan imbasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Runtuhnya sistem kekhalifahan di Baghdad mendorong desentralisasi pengembangan ilmu pengatahuan di dunia Islam. Umat Islam terpecah dalam kotak-kotak kekhalifahan, kesultanan dan kerajaan yang beragam. Akibatnya, kemandirian dan kematangan tasawuf bersama dengan ilmu pengetahuan lainnya mengalami kemapanan di beberapa pusat kebudayaan Islam di dunia, tidak hanya bersumber dari Baghdad. Di beberapa kerajaan dan kesultanan baru Islam di belahan dunia, termasuk Nusantara, tasawuf sebagai bagian dari ilmu pengetahuan mengalami pengembangan yang sangat pesat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil beberapa pemahaman tasawuf mengalami percabangan yang sangat variatif jumlahnya. Di antarannya adalah Tarekat Qadiriyah di Baghdad yang didirikan oleh Syeikh Muhyiddin Abdul Qadir al-Jailani (w. 1166 M), Tarekat Rifa’iyah di Asia Barat yang didirikan oleh Syeikh Ahmad Rifai (w. 1182 M), Tarekat Sadziliyah di Maroko yang didirikan oleh Syeikh Nuruddin Ahmad ibn Abdullah al-Syadzily (w.1228 M), Tarekat Badawiyah di Mesir yang erat hubungannya dengan Syeikh Ahmad Badawi (w.1276 M), dan Tarekat Naqhsabandiyah di Aria Tengah yang didirikan oleh Syeikh Muhammad Baha’uddin al-Naqhsabandiyah (w. 1317 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tanah Batak, tidak banyak informasi yang didapat mengenai siapa tokoh yang paling berperan dalam mengembangkan tasawuf atau sufisme secara sistematis. Namun beberapa tokoh Batak yang diperkirakan ikut serta dalam mensosialisasikannnya adalah Syeikh Rukunuddin yang makamnya berada di kompleks makam mahligai, Barus-arah barat dari Danau Toba, bertarikh abad ke-8 M dan Tongku Malim Lemleman di abad ke-10 di Portibi, sebuah kerajaan kuno Batak di arah selatan Danau Toba. Sumbangsih mereka dalam sufisme tidak dapat dirinci secara detail karena belum ada riset mengenai biografi kedua tokoh tersebut. Semua informasi hanya didapat dari memori kolektif masyarakat dalam bentuk legenda dan beberapa bukti arkeologi dalam bentuk makam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun satu hal yang perlu dicatat di sini adalah adanya faktor ketidaksengajaan dalam penyebarannya di Tanah Batak. Pertama dibawa oleh para kaum pedagang, musafir dan pengelana ilmu dan yang kedua tasawuf mengalami pengembangan dan perkembangbiakan akibat krisis politik di Baghdad. Maju mundurnya pengamalan tasawuf di Tanah Batak juga sangat dipengaruhi oleh iklim politik regional saat itu. Islam sebagai sebuah ajaran mengalami tekanan dari kalangan Buddha yang diback-up oleh Cina di masa pemerintahan Dinasti Tang (730 M). Orang-orang Cina merasa terancam karena kerajaan-kerajaan Nusantara mulai menguasai jalur perdagangan dan memeluk agama Islam seperti Sri Maharaja Sri Indra Warman, Raja Sriwijaya di Jambi pada tahun 718 M dan Raja Kalingga di Jepara yang bernama Raja Jaya Sinna di zaman yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Batak Islam mulai bergelut dengan masalah sendiri untuk mengembangkan Islam dengan metode mereka sendiri. Mereka berusaha melawan keterisolasian akibat krisis politik internasional saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat orang-orang Mesir dari Dinasti Fathimiyah (978-1168 M) mulai mengirim bantuan dan dukungan militer terhadap kesultanan-kesultanan pribumi di Sumatera barulah perkembangan ilmu pengetahuan di Tanah Batak mulai bernafas kembali. Pasukan angkatan laut dan marinir Mesir ini menguasai kembali jalur-jalur perdagangan ke Sumatera yang mencakup Gujarat sehingga para musafir dan haji-haji dari Tanah Batak dapat melakukan kunjungan-kunjungan ke pusat-pusat ilmu pengetahuan di Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh dari masuknya orang-orang Mesir ke Sumatera, yang juga mencakup Tanah Batak ini, adalah masuknya beberapa tarekat yang sama sekali baru dikenal di Sumatera. Salah satunya adalah Tarekat Badawiyah yang tidak diketahui pasti apakah tarekat ini mendapat anggota atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat krisis politik melanda Mesir dengan tumbangnya Dinasti Fathimiyah di tangan Dinasti Ayyubiah dengan pendiri Sultan Salahuddin pada tahun 1168 M, faham tasawuf diperkirakan semakin menancap dalam sistem adat, politik dan sosial pribumi di Sumatera. Orang-orang Mesir di Sumatera semakin leluasa untuk mengembangkan ajaran ini dan sekaligus mendirikan Kesultanan-kesultanan baru yang madiri dari kepemimpinan Mesir seperti Kesultanan Perlak pada tahun 1168 M. Para saudagar, musafir dan ilmuwan mesir ini dengan leluasa menguasai semua pusat-pusat perdagangan di Sumatera yang berakibat kepada makin banyaknya pribumi Sumatera mengenal ajaran tarekat mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1191 M, komunitas Muslim di Kampung Minangkabau, Jambi mulai mengalami tekanan politik dari Tentara Darmasyara yang Buddha. Mereka, dengan pimpinan Panglima Zulfiqar Al-Kamil, mantan panglima Dinasti Fathimiyah di Sumatera menyelamatkan para muslim dan mengungsikannya ke Kampar. Di zaman inilah, 1191 M, dikenal seorang ulama sufi terkenal yang bernama Syeikh Burhanuddin Ulakan yang murid-muridnya menyebar ke segala penjuru Nusantara dan menguasai peta pendidikan dan organisasi tasawuf di Sumatera. Pengaruhnya diyakini mendapat pengikut yang sangat antusias di kalangan masyarakat Batak di Tanah Batak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Burhanuddin Ulakan yang diperkirakan meninggal tahun 610 H ini secara turun temurun menjadi imam para sufi di Sumatera sampai kepada generasi Syeikh Burhanuddin Ulakan Pariaman yang wafat pada tahun 1691 M. Orang-orang Batak yang paling dipengaruhi oleh paham mereka ini adalah orang-orang Batak di pesisir Barat (Natal, Singkuang, Barus, Singkil dan Sibolga) dan Timur Sumatera, orang Mandailing dan Toba. Khusus di daerah Toba, istilah yang paling lazim yang diambil dan diadopsi menjadi kata Batak adalah kata malim dan parmalim yang telah lama digunakan oleh para pengikut Syeikh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu, di tanah Batak pada zaman ini, tidak dikenal ada sebuah aliran yang yang sangat dominan. Diperkirakan hal itu terjadi karena perubahan konstelasi politik yang sangat konstan. Belum lagi sebuah faham tertanam kuat, sebuah aliran lain yang berwarna syafii mulai berkembang di Tanah Batak saat Dinasti Mamluk berkuasa di Mesir pada tahun 1252 M. Hal itu diperparah dengan masuknya bentuk-bentuk lain dari pusat-pusat peradaban dan politik Islam seperti Persia, Maroko, Gujarat dan Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paska hegemoni mazhab syiah dan sunni yang syafii, bersamaam pula muncul tokoh-tokoh Batak yang mempunyai faham yang berbeda seperti Abdul Rauf Fansuri dari Fansur Barus, Tanah Batak, yang disinyalir membawa ajaran Ibadiyah dan Abdulrauf Sungkily dari Singkel yang syafi’i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamzah Fansuri yang kemudian dikenal sebagai pentolan wahdatul ujud di Tanah Batak mendapat banyak kritikan dari ulama-ulama Aceh seperti Nuruddin al-Raniry. Akibat dari pertentangan ini semua adalah bahwa ajaran Islam yang di dalamnya sufisme mengalami kemandekan yang berakibat kepada melambatnya pengajaran Islam kepada para kaum animisme di perbukitan yang terisolir. Komunitas-komunitas yang animis dan terisolir itu akhirnya hanya mendapat informasi mengenai sufisme dari mulut-ke mulut melalui para pedagang Batak yang mengitari setiap huta untuk berdagang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sufisme kemudian hanya dikenal sepenggal-penggal dan mengalami sinkretisasi di dalam adat dan budaya Batak. Pengaruh sufisme tersebut masih tercermin dalam ritual-ritual dan tabas-tabas yang berfungsi sebagai kekuatan-kekuatan magis yang sangat diminati masyarakat Batak saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sufisme, tidak hanya di Tanah Batak tapi di seluruh dunia kemudian mengalami evolusi yang kemudian bersentuhan dengan politik praktis. Munculnya Dinasti Murabithun (1056-1147 M), Muwahhidun (1130-1269 M) di Spanyol dan Dinasti Safawiyah (1501-1732 M) di Persia merupakan realitas kehidupan sosial politik kaum sufi yang lebih nyata dalam membina, memelihara dan mengayomi masyarakat dan ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan selanjutnya di abad ke-15 M sampai 18 M, di Sumatera bermunculan tarekat baru yang semuanya bermula dari hubungan dagang yang intens antara pribumi dengan dunia luar. Di antaranta Bektasyiah dari Turki, Khalwatiyah dari Persia, Sanusiyah dari Libya, Syattariah dari India dan Tijaniyah dari Afrika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dikatakan bahwa di tanah Batak, walau dimasuki oleh beberapa faham tarekat tasawuf, tidak ada tarekat yang dominan, namun sebuah tarekat yang mempunyai akar yang sangat kuat sampai sekarang adalah tarekat Syattariyah. Tarekat ini bahkan menancap kuat dan sampai abad ke-21 beberapa komunitas muslim Batak masih mempraktekkannya dengan atau tanpa tahu bahwa hal tersebut merupakan bagian dari ajaran syattariyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusat-pusat pengembangan syattariah adalah Barus, Sibolga, Singkuang dan Natal. Di tempat-tempat inilah ajaran tersebut mengalami pribumiisasi sebelum akhirnya menyebar ke pelosok dan pedalaman Tanah Batak yang terisolir oleh tangan-tangan para paronan. Daerah Natal, di Tapanuli Selatan, dengan eksistensi ulama-ulama lokalnya bahkan melahirkan ‘mazhab’ baru dalam sufi yang kemudian di kenal dengan mazhab Natal yang berkembang di abad ke-18. Para ulama-ulama lokal di Tanah Batak kemudian mendirikan pusat-pusat pendidikan yang baru di berbagai wilayah Tanah Batak yang benar-benar diawaki oleh orang Batak seperti yang ada di Huta Pungkut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuknya Belanda dengan penjajahannya membawa kemelaratan dan kemunduran peradaban di Tanah Batak. Sufisme di Tanah Batak yang terwujud dalam organisasi-organisasi peribadatan suluk maupun dalam bentuk sinkretisme seperti parmalim, parhudamdam dan parsitekka yang dikenal dengan istilah mereka pitu hali malim pitu hali solam yang berarti tujuh kali suci dan tujuh kali keramat (Malim dari kata Muallim dan Solam dari kata Islam), sebuah istilah yang ditujukan kepada orang-orang Batak yang suci dan dianggap keramat, bangkit dan berada di garis depan dalam menentang para penjajah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanda dengan politik devide et impera dan eksploitasi tanpa prikemanusiaan menerapkan beberapa ordonansi yang berakibat kepada primitivisasi orang-orang Batak. Perbudakan digalakkan dengan ordonansi tahun 1808 dan disamarkan oleh pemerintah penjajah Belanda pada tahun 1856 dengan istilah kerja paksa. Antara tahun 1830-1870-an, penjajah memberlakukan pajak tanaman dan pencabutan hak atas tanah petani yang tak sanggup membayar pajaknya. Semua orang menjadi budak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada tahun 1882, tiap-tiap kepala pribumi dikenakan pajak satu Gulden, apabila ia tidak sanggup bekerja di perkebunan-perkebunan para penjajah. Selain mengeksploitasi penduduk secara ekonomi, pihak penjajah juga menghancurkan sistem dan tatanan sosial orang-orang Batak. Orang Batak semakin melarat sementara Amsterdam dan Rotterdam semakin makmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1849 Asisten Residen Mandailing Ankola, tangan penjajah di daerah, berusaha membasmi orang-orang Batak yang Islam, sesuai dengan misi Devide et Impera dengan menerapkan gagasan untuk memisahkan orang-orang Batak yang sudah Islam dengan mengkristenkan orang-orang Batak pelebegu. A.P. Godon yang sudah pensiun sejak tahun 1857 menyatakan dalam suatu diskusi: "Dalam laporan umum tahun 1849 selaku Asisten Residen Mandailing Angkola, saya menyatakan bahwa guru agama Kristen pada saat itu masih bisa bekerja dengan dengan baik. Saya sarankan agar antara suku Melayu-Batak Islam dan Batak harus dipisahkan dengan jelas. Metode yang paling baik adalah menyeru orang-orang Batak pelebegu agar masuk Kristen." (Lihat O.J.H. Graaf van Limburg Stirum, hal. 126).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penculikan dan pengusiran terhadap para tokoh masyarakat dan pengajar serta haji-haji orang Batak juga diterapkan melalui Beslit Rahasia Gubernur Jenderal No. 1,3 Juni 1889. Orang-orang marga Hutagalung dan Sitompul di Silindung merupakan kelompok masyarakat Batak Islam yang paling banyak diusir dari tanah leluhur mereka, di samping kelompok marga lain di beberapa wilayah Batak, karena mereka banyak yang sudah haji (lihat: Beslit Rahasia Gubernur Jenderal No. 1,3 Juni 1889).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi-organisasi suluk dan tasawuf Batak semakin meningkatkan perlawanan mereka terhadap penindasan para penjajah ini. Namun sayang kekuatan mereka tidak sebanding dengan hegemoni penjajah Belanda yang justru didukung oleh para pribumi Nusantara yang menjadi tentara bayaran. Para sultan-sultan Batak di Barus, Sibolga, Sorkam dan Singkil dikebiri dan hak-hak mereka sebagai sultan dihapuskan secara paksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua orang residen penjajah di Tapanuli bernama Westenberg dan Barth merupakan sedikit contoh tokoh yang benar-benar mempraktekkan pembasmian orang-orang Batak yang Islam, bahkan Westenberg, secara politik, memberi contoh memecat kepala desa yang masuk Islam. Pemerintah penjajahan Belanda menyetujui hal itu karena sesuai dengan jiwa beslit rahasia 1889 tersebut. (M. C. Jongeling, Het Zendingconsulaat in Nederlands Indie, 1906-1942, (Arnheim, 1966) Hal. 112). Namun dukungan penjajah seperti ini tidak mampu menghentikan kekuatan pribumi yang anti-penjajahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1903, Kepala Kampung Janji Angkola, Aman Jahara Sitompul, yang telah menjadi Kepala Kampung selama 23 tahun, masuk Islam berkat anaknya Syeikh H. Ibrahim Sitompul. Akibatnya Aman Jahara Sitompul diberhentikan sebagai Kepala Kampung atas dasar beslit rahasia 1889.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh H Ibrahim melakukan perlawanan dan melakukan aksi politik dengan menayakannya kepada Dr. Hazeu, Adviseur voor Islandsche zaken. Alih-alih mendapat tanggapan, laporannya baru resmi diterima enam tahun kemudian, yaitu pada tahun 1909. Dr. Hazeu berusaha melakukan himbauan kepada kekuatan penjajah yang ditolak mentah-mentah oleh Residen Westenberg dengan penegasan sekali lagi bahwa pegawainya telah melaksanakan kebijakan yang digariskan pada tahun 1889.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Residen Westenberg kemudian dipertegas oleh rezim penjajah dengan pernyataan Frijling, Penasehat Urusan Luar Jawa, untuk menerapkan kebijakan rahasia tersebut apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak pada tahun 1903, Janji Angkola Pabea Sitompul, saudara Syeikh Ibrahim Sitompul, berusaha keras untuk mengembalikan kehormatan ayahnya. Namun kali ini tanggapan keras datang dari pihak penjajah. Dia terbentur tembok dengan adanya surat keputusan dari pimpinan tertinggi penjajah di Indonesia yakni keputusan Gubernur Jenderal Penjajah tanggal 5 Juni 1919 yang tidak mengabulkan pengaduan tersebut. (Lihat; "Christelijke Zending en Islam in Indonesia", dalam Koleksi GAJ. Hazeu, No. 42, KITLV, Leiden. Bandingkan dengan Lance Castles, The Political Life of Sumatran Residency: Tapanuli 1915-1940, disertasi, Yale University, 1972, Hal. 91-93.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, pada bulan Maret 1919, di Janji Angkola diadakan pemilihan kepala kampung baru. Sekalipun jumlah warga Batak yang beragama Kristen sebanyak 400 orang, sedang warga Batak yang muslim hanya 60 orang, namun ternyata Syeikh Ibrahim Sitompul yang menang dalam pemilihan tersebut. Tapi Kontrolir Silindung Heringa menyarankan agar residen mengangkat Aristarous, bukan Syeikh Ibrahim Sitompul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Residen Vorstman sadar dengan instruksi rahasia 1889, kemudian mengadakan pemilihan ulang, dengan harapan pihak Batak Islam akan tersudut. Namun ternyata Syeikh Ibrahim Sitompul tetap keluar sebagai pemenang, dengan suara 218 lawan 204. Residen Vorstman tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kekuatan anti-penjajahan kali ini berhasil unjuk gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu hubungan perdagangan antara daerah Singkel dan Dairi juga diputus dengan alasan Devide et Impera. Dengan demikian orang-orang Batak di tanah Batak pusat akan terisolir dan mudah untuk ditaklukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asisten Residen Bataklanden dan Residen Tapanuli kemudian melakukan langkah dengan memisahkan orang-orang Batak di Singkel dengan Dairi. Hubungan lalu lintas antara Singkel dan Dairi pun diputus. Raja Batu-batu, seorang Raja Batak Singkel, yang kebetulan seorang muslim dilarang untuk mendatangi rakyatnya di Dairi. (Surat Residen Tapanuli Westenberg ke Gubernur Jenderal tanggal 9 Oktober 1909, dalam Koleksi G.A.J Hazeu). Bahkan sejak tahun 1910 para pedagang Batak Singkel dilarang tinggal di daerah Batak, maksudnya Keresidenan Tapanuli, lebih dari 24 jam. (Nota Lulofs 11 Juli 1915, dalam Lance Castle, Hal 94)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha penjajah Belanda untuk mengkotak-kotakkan orang Batak dalam agama dan teritori agar mudah dijajah juga dilakukan di Silindung. Pada tahun 1915, Lulofs memberikan instruksi sektarian kepada bawahannya agar dibuat batas baru di sebelah utara Janji Angkola, dan politik anti-Islam hanya boleh dilaksanakan di sebelah utara desa tersebut. Dalam suratnya kepada Direktur Pendidikan dan Agama tanggal 16 Mei 1916, Lulofs menjelaskan bahwa dengan adanya garis pemisah, maka bisa diadakan tindakan tegas dalam daerah tertutup. Misalnya dengan menggunakan Ordonansi Guru 1905 untuk menghindari pendidikan Islam di daerah tersebut. Ordonansi Guru ini memungkinkan penjajah dapat memburu, mengusir dan mengasingkan guru-guru Batak Islam yang termasuk para haji-haji dari kalangan Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pihak zending menentang instruksi- yang dinilai terlalu menguntungkan Islam- ini. Dan menyatakan keheranannya mengapa sikap seorang pegawai demikian simpati kepada Islam. Karena menurut mereka di daerah ini terdapat 15.000 orang Kristen, 3000 orang Batak Islam dan masih banyak animis yang akan diserahkan kepada nabi palsu. (Lihat surat Lulofs kepada Direktur BB tanggal 16 Mei 1916).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap pemisahan daerah Islam-Kristen semacam ini Hazeu tidak setuju, karena dia tidak membenarkan terjadinya pengusiran seseorang dari daerah tertutup. Dalam suratnya kepada Direktur Pendidikan dan Agama tanggal 29 Desember 1916, Hazeu menyatakan, "Saya memperingatkan dengan keras bahwa Ordonansi Guru tidak boleh digunakan untuk tujuan mengusir haji sebagaimana dibenarkan oleh tuan Lulofs" (Koleksi G.A.J.). Namun, pengusiran dan pemburuan tersebut tetap saja terjadi di tanah Batak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka menghalangi gerak pedagang Batak Islam yang sejak abad 15 telah eksis dan menjadi tulang punggung perekonomian tanah Batak, khususnya dari marga Hutagalung, Hasibuan, Pasaribu dan Marpaung serta marga-marga lainnya, Asisten Residen Fraser mengusulkan dibentuknya koperasi antar sesama orang Batak yang tidak menentang kehadiran penjajah saat itu, di samping menganjurkan agar peternakan babi digalakkan di sana. Saran semacam ini pernah dikemukakan pula oleh seorang tokoh Lembaga Bijbel pertengahan abad lalu, yang ditujukan kepada propagandis Kristen di tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah H.N. vander Tuuk yang pada tahun 1851 sampai tahun 1857 menetap di tanah Batak sebagai petugas dari Lembaga Bijbel. Ia memberikan beberapa saran, bagaimana seharusnya petugas Kristen bersikap di tanah Batak, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Harus disebut Guru, bukan pendeta atau paderi; karena istilah pendeta kurang disukai, baik orang Eropa maupun orang Batak.&lt;br /&gt;2. Harus kawin dengan wanita Eropa, karena pembicaraan antara wanita lebih intim dan seorang wanita lebih berpengaruh daripada pendeta biasa.&lt;br /&gt;3. Harus mendapat gaji yang baik, lebih tinggi dari gaji pegawai pemerintah.&lt;br /&gt;4. Harus berpakaian seperti biasa, tidak memakai jas hitam pendeta.&lt;br /&gt;5. Harus bisa menerima gaji dengan mudah, tanpa dipotong dua setengah persen.&lt;br /&gt;6. Langsung masuk daerah Batak, tidak perlu lama-lama menunggu di Padang agar cepat bisa berbahasa Batak.&lt;br /&gt;7. Harus tinggal jauh dari orang Eropa, karena mereka pada umumnya tidak akrab dengan pribumi.&lt;br /&gt;8. Dalam taraf permulaan hanya omong-omong, secepat mungkin mengajar agar bisa cepat belajar bahasa pribumi. Hanya mengajar kalau diminta oleh mereka.&lt;br /&gt;9. Bersama murid-murid sekolah, harus membaca cerita Batak, baru kemudian membacakan Bijbel. &lt;br /&gt;10. Harus bergaul akrab dengan orang Batak, tapi jangan meminjam uang.&lt;br /&gt;11. Hendaknya tidak menerima hadiah, karena dia harus memberikan hadiah.&lt;br /&gt;12. Hendaknya tidak menghina orang Islam, tapi harus menunjukkan orang kafir sama baiknya dengan orang Islam.&lt;br /&gt;13. Andaikata mengetahui ilmu teknik, harus mengajarkan ilmu tersebut hanya kepada orang bukan Islam.&lt;br /&gt;14. Sebagai peternak harus memelihara babi.&lt;br /&gt;15. Andaikata mempunyai anak, harus hati-hati agar mereka tidak menghina pribumi.&lt;br /&gt;16. Dalam pelaksanaan vaksinasi hendaknya jauh dari pengawasan pegawai, Karena semua pegawai yang beragama Islam, biasa mengucapkan: "Jangan makan babi lagi" setelah memberikan suatu suntikan.&lt;br /&gt;17. Hendaknya tidak menggunakan pemadat sebagai pembantu atau murid.&lt;br /&gt;18. Andaikata memiliki toko, dia tidak hanya akan mendapatkan banyak uang, tapi juga pengaruh yang cukup besar.&lt;br /&gt;Sumber Lihat: R. Nieuwenhuys, H.N. van Der Tuuk: De, Pen in Gal Gedoopt, (Amsterdam, 1962) hal: 81-84.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1919, pihak zending mengeluarkan brosur dalam dialek Angkola berjudul Ulang Hamu Lilu (jangan sesat), untuk memperkenalkan Islam secara negatif kepada orang Kristen Batak, berdasarkan buku-buku Gottfried Simons yang biasa menentang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gottfried Simons adalah seorang zendeling Jerman yang pernah bertugas di Sumatera dari tahun 1896 sampai tahun 1907, dikirim oleh RMG (Rheinische Mission Gesellschaft). Karyanya antara lain; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Islam und Christentum im kampf um die Eroberung der animimistischen Heidenwelt, beobachtungen aus der Mohammedaner-Mission in Biederlandisch-Indiesn, (Berlin 1910); (Islam dan Kristen dalam Perjuangan di dunia Animis; Tinjauan zending terhadap orang Islam di Hindia Belanda).&lt;br /&gt;2. Unter den Muhammedanern Sumatras, (Berlin, 1926).&lt;br /&gt;3. Reformbewegungen in Islam (Artikel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat brosur tersebut yang menurut Hazeu penuh dengan kebohongan dan kepalsuan tersebut, timbullah kehebohan, sehingga untuk mengatasinya brosur tersebut segera disita oleh kontrolir dari rumah zendeling Jerman, Ameler, di Bungabondar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asisten Residen bermaksud memanggil pihak zending ke pengadilan, tapi Jaksa Agung di Batavia melarangnya. Kemudian pusat Zending di Tarutung meminta agar brosur yang disita itu dikembalikan secara resmi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 12 Juli 1919 brosur tersebut akan dikembalikan dan pihak zending mengumumkan hal itu sebelumnya, meskipun sudah diminta untuk merahasiakannya. Akibatnya timbul kehebohan sehingga zendeling Ameler meminta agar kontrolir tidak jadi datang, karena sudah memancing perhatian pelbagai organisasi beribadatan suluk di Tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brosur seharga f.0,15 per buah itu bisa laku f.2,-, (Lance Castle, Hal 110-112). Selama ini harapan demikian tinggi untuk bisa mengikis pengaruh Islam dari tanah Batak dengan jalan mempercepat kristenisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan semacam ini didasarkan atas kepercayaan berlebihan tentang superioritas Kristen atas Islam dan dugaan bahwa agama Islam yang sinkretis di negeri ini (seperti parmalim dan agama kepercayaan Batak lainnya yang mirip dengan Islam sedikit atau banyak) akan mudah dikristenkan. Banyak orang Belanda terutama pada abad ke-19 yang berpengharapan demikian (Lihat A. Retif, "Aspect Religiux de l'Indonesie", dalam Etudes, 1945, hal 371-381; Harry J. Benda, "The Crescent and the Rising Sun", op cit., hal. 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjuangan kemerdekaan dan pergumulan antara orang Batak dengan penjajah Belanda di tanah Batak ini nampaklah kesan bahwa di satu pihak agama Islam berkembang dengan segala kesederhanaannya, sedang di pihak lain agama Kristen dengan segala kelebihannya ditunjang oleh para pejabat dan pegawai kolonial pada umumnya. (Aqib Suminto; Politik Islam Hindia Belanda, LP3ES).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat berkembangnya Kristen di daerah ini jelas bukan semata-mata karena "gereja-gereja di sana memiliki semangat missioner yang besar" seperti pendapat Dr. F. Ukur yang menyatakan bahwa satu ciri gereja-gereja di Sumatera adalah memiliki semangat missioner yang besar, sehingga dapat berkembang cepat dalam waktu yang relatif singkat. Lihat: Walter Lempp, Benih Yang Tumbuh, XII (Jakarta, 1976), hal. 110.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan tahunannya 1906/1907, Konsul Zending mengakui bahwa pemerintah penjajahan Belanda sering mendukung aktivitas Kristen; bahkan kadang-kadang pemerintah meminta kepada zending agar mereka membuka cabangnya di suatu tempat, seperti di Simalungun tahun 1904 dan Pakpaklanden tahun 1906, dua daerah yang sudah banyak menganut agama Islam selain animisme. Lihat Laporan ke-25 Algemeene Nederlandse Zendingsconferentie, 1911, Hal. 80, tentang "De prediking des zendelings aan de Mohammedanen" atau lihat M.C.Jongeling, op cit., hal 110).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya memang perluasan kolonial dan ekspansi agama merupakan gejala simbiosis yag paling menunjang. Lihat: H. Kraemer, "De Zending en Nederlands Indie", dalam H. Baudet, &amp; I.J. Brugmans, op.cit., hal 294.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu zending Kristen dianggap sebagai faktor penting dalam proses penjajahan, walaupun tujuan zending hanya rohani. Semua yang menguntungkan pihak Batak yang Islam di Hindia Belanda berarti merugikan bagi kekuasaan moril pemerintahan penjajah Hindia Belanda. Lihat, Alb. C. Kruyt, "De Inlandsche Staat en de Zending", dalam Indisch Genootschap, 23 Oktober 1906, hal 98).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbiosis ini nampak jelas di tanah Batak. Seorang haji Batak asal Pangaribuan dilaporkan datang ke Huta Lumban. Ketika enam orang Batak pelebegu berkomunikasi dengannya dan menyatakan keinginannya masuk Islam dan zending Muller tidak berhasil memurtadkannya kembali, Residen Tapanuli memanggil keenam orang tersebut, tetapi mereka tetap tidak mau keluar dari Islam meskipun diancam akan dibuang. Lihat Buku Harian zendeling Muller di Toba, Juni 1916. Catatan buku harian tersebut dikutip oleh Residen Tapanuli dalam suratnya kepada pimpinan tertinggi penjajah Gubernur Jenderal tanggal 22 Juli 1916 No. 246 (Koleksi G.A.J Hazeu, op cit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilaporkan pula, adanya lima orang Batak Islam, yang menerima kesaksian syahadat para Batak pelebegu, yang dihukum. Dikatakan, berdasarkan beslit rahasia 3 Juni 1889 tersebut hal ini memang tidak bisa dibenarkan. Sebuah beslit yang berusaha menghilangkan Islam sebagai elemen anti-penjajahan dari tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dituduh telah menyebarkan agama Islam dan dihukum dengan hukuman satu bulan, karena tidak menaati peraturan pemerintahan penjajah Hindia Belanda. Lihat: Surat asisten Residen Bataklanden Fraser ke Residen Tapanuli, 16 Juli 1916. Gubernur Jenderal lebih keras dengan memerintahkan penghentian apa yang disebutnya propagandis Islam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para petani Batak di Sipakpaki Sibolga ada yang dikenakan kerja paksa sebulan, karena menerima syahadat Islamnya beberapa orang di Huta Husor. Penduduk Huta Husor bernama Hurlang dikenai hukuman tiga bulan, karena menyediakan rumahnya untuk acara tersebut. Lihat, Laporan penelitian anggota Desan Penasehat Hindia Belanda tahun 1917. (Lihat Lance Castle, op cit., hal 101).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menghadapi masalah sosial yang timbul, sikap para pejabat penjajah Belanda nampak jelas memihak zending. Residen Tapanuli mengakui bahwa sikap netral di bidang agama akan berakibat gagal totalnya zending di daerah ini. Sebaliknya kemengangan kristen pasti terwujud, bila dibantu sepenuhnya oleh pemerintah Hindia Belanda. (Lihat: Surat Residen Tapanuli kepada Gubernur Jenderal Van Heutsz tanggal 31 Maret 1909. Ia menyatakan; Kita boleh memilih antara netral seratus persen terhadap agama dengan hasil pasti menurut matematika bahwa pekerjaan zending akan gagal total, dan lambat atau cepat seluruh daerah Batak akan masuk Islam. Atau membantu sepenuhnya kepada zending untuk menghindari propaganda Islam di daerah Batak. Dengan demikian kemenangan Kristen di daerah ini pasti terwujud. Andaikata pemerintah bersikap netral, akan berakibat seperti di daerah padang Sidempuan. Walaupun zending di sana cukup rajin di antara penduduk yang waktu itu masih pelebegu namun Islam ternyata menang di Mandailing, Angkola dan sebagian besar Sipirok. Justru pegawai-pegawai kita memegang politik nonintervensi (Koleksi G.A.J Hazeu, op. cit,. Hal 102).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Jenderal kemudian memerintahkan agar pegawai pemerintah penjajah Belanda, kapanpun dan dimanapun tidak memihak penduduk muslim; sebaliknya secara moril harus membantu dan mendukung zending. Sementara itu, peraturan rahasia itu ditambah lagi dengan satu artikel yang berbunyi; "Orang Kristren (yakni pribumi sebagai objek yang dijajah) tidak harus melakukan kerja paksa pada hari Minggu." Lihat: M.C. Jongeling, op cit., hal 114-115.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Sosial Politik Para Sufi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sufi Batak sangat berperan penting dalam membangunan sosial dan adat di Tanah Batak. Pengaruh mereka tidak hanya dapat dilihat dari geneologi parmalim dan tabas-tabas para tabib Batak tapi juga secara pembangunan ekonomi dan ilmu pengatahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sufi dan ahli suluk yang memakai tongkat atau tungko yang khas tersebut selalu mengadakan perjalanan dan musafir ritual dari sebuah pusat peribadatan suluk ke yang lain di Tanah Batak. Selama perjalanan yang melewati beberapa huta tersebut mereka berhenti dan mendirikan musholla-musholla kecil yang pada akhirnya banyak dimanfaatkan oleh para paronan untuk berteduh dan bertransaksi antar sesamanya dan oleh para pengelana-pengelana tradisional Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musholla-musholla tersebut akhirnya menjadi partungkoan dan pusat-pusat perdagangan baru yang ramai dikunjungi oleh penduduk setempat. Para sufi-sufi pengelana tersebut banyak juga berperan dalam membangun infrastruktur di beberapa huta. Untuk memenuhi kebutuhan berwudhu mereka akan mencarikan mata air dan membangunkan pancuran yang permanen yang memudahkan para sufi untuk mandi dan berwudhu. Fasilitas tersebut akhirnya malah lebih banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat saat budaya untuk mandi lama-kelamaan mulai dipraktekkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pancur Hauagong di Pakkat, misalnya masih terdapat sebuah batu yang sudah disemen yang fungsinya sebagai tempat persalinan para malim atau sufi dalam perjalanan. Tempat persalinan ini selain untuk tempat ganti pakaian saat mandi juga berfungsi untuk melakukan sholat-sholat sunnah karena ada sebuah garis kotak persegi panjang yang berfungsi untuk batas-batas suci sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persalinan ini sekarang masih digunakan tapi sudah tidak ada sufi yang mengunjungi termpat ini lagi. Diperkirakan di seluruh huta di Tanah Batak juga terdapat fasilitas serupa yang pada mulanya hanya untuk keperluan para sufi tapi para akhirnya banyak bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paska keroposnya kekuasaan para sultan-sultan di Tanah Batak, seperti kesultanan dinasti Pohan/Pardosi di Barus, kesultanan dari dinasti Pasaribu di Fansur, Sultan Tanjung di Sorkam dan kesultanan Sibolga serta dinasti Raja Batak Sinambela di Bakkara, kehadiran organisasi-organisasi tarekat membawa angin segar bagi rakyat jajahan yang ingin melepaskan diri dari belenggu penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran para sultan dan raja dapat diisi oleh organisasi yang memang sangat menentang kehadiran Belanda tersebut. Pada saat itu pula organisasi suluk dan tarekat tersebut memperoleh momentum dan pengikut yang luar biasa. Kondisi seperti ini memungkinkan terjalinnya ikatan antara kepentingan rakyat jajahan dengan lembaga tarekat; keduanya memberikan muatan yang saling melengkapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Belanda tidak tinggal diam dengan situasi ini. Banyaknya aliran tarekat yang beroperasi di Tanah Batak membuat Belanda sangat mudah untuk melakukan politik pecah belah. Hal itu tampak saat krisis yang menimpa tarekat syattariah yang disebabkan oleh kritik para kaum revivalis ortodoks Makkah pada saat itu, karena praktik-praktiknya yang dianggap banyak menyimpang dari syariat. Perseteruan sesama Islam dapat pula dimanipulasi oleh pihak Belanda dan menjadi perang inter-etnis. Masuknya tarekat Qadiriyah dan Naqshabandiyah juga membuat perbendaharaan tarekat di tanah Batak semakin semerawut dan membuat Belanda dapat menguasai dengan mudah daerah jajahannya. Tarekat-tarekat di Tanah Batak menjadi sering terpecah dan tidak saling komunikasi satu sama lain. Antara tarekat syattariah yang sudah mengakar, tarekat made in Batak seperti mazhab Natal dan tarekat parmalim serta yang baru seperti Qadiriyah-Naqshanbandiyah dan lain-lain yang kecil-kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun terlepas dari itu semua, hampir semua aliran tarekat tersebut mempunyai tujuan yang sama yakni mengusir penjajahan dan menghadirkan kemerdekaan bagi penduduk yang tersiksa. Lembaga-lembaga tarekat tersebut mengubah fungsi dan perannya dari “sistem sosial organik” ke sistem “religio-politik”, menggantikan peran-peran kesultanan dan raja-raja yang hilang kekuasaannya, sebagai aspirasi rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui wadah tarekat, mereka membangun kesadaran kolektif atas dasar-dasar “sinkretik”, antara potensi yang dimiliki tarekat dan kebutuhan psikologis dan sosiologis rakyat yang terjajah. Ia telah menjadi katalisator dalam menggerakkan massa, bukan hanya dalam arti psikologis tapi juga dalam pemikiran politik, baik melalui konsep-konsep perlawanan maupun dalam menentukan sasaran-sasaran pencapaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, akhirnya lembaga tarekat bukan lagi dipandang sebagai lembaga yang melangit tapi telah membumi sejalan dengan adanya kebutuhan duniawi para pengikutnya. Hal yang sama juga muncul di daerah-daerah yang terjajah selama ini di belahan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Afrika pada abad yang sama (abad ke-19), muncul gerakan-gerakan sufi yang cukup beragam yang menjawab kolonialisme. Abdul Qadir di Aljazair dari tarekat Qadiriyah, Mahmud Ahmad dari Tarekat Sammani di Sudan Timur, Mahdi di Nilotik Sudan, Sanusiyyah di Libya, Saleh Idrisi di Somalia dan Ahmad al-Hiba di Maroko. Belum lagi di Asia Tengah, kelompok Naqshabandiyah mengguncang Tiongkok, Turkistan dan Yunnan, juga Afghanistan dan India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Tanah Batak muncul tokoh-tokoh lokal yang tidak sempat terdokumentasi di setiap huta-huta yang melakukan perlawanan ke pihak penjajah. Namun di antara yang besar dan sempat diingat oleh penduduk adalah, Syeikh Sulayman al-Kholidy Hutapungkut, Syeikh Basyir atau Tuan Basyir yang sangat terkenal di masyarakat Toba, Syeikh Ibrahim Sitompul, Abdul Fatah Pagaran Sigatal dari Natal, Syeikh Baleo Natal dan lain-lain dari tarekat-terekat yang sejalan dengan aliran di dunia. Beberapa tarekat buatan Batak sendiri, yang bersifat sinkretis, tokohnya adalah Guru Somalaing dari tarekat Parmalim dan beberap tokoh dari pecahan tarekat ini seperti ‘Tarekat Borkat Allah’ Parhudamdam dan Parsitekka serta lain sebagainya.&lt;br /&gt;Hampir bisa dikatakan bahwa imperialisme Eropa pada abad ke-19 selalu berhadapan dengan lembaga-lembaga Islam yang satu ini. Kenyataan-kenyataan historis seperti ini membuktikan bahwa kehidupan dunia sufi tidak selalu bergumul dengan kepasifan, kejumudan dan asketisme. Sayyed Hossein Nasr mengatakan, “Sufi is an active participant in a spiritula path and is intellectual in the real meaning of this word. Contemplation is sufism, the highest form activity, and in fact sufis has always integrated the active and contemplative lives. That is why many sufi have been teachers and scholars, artists and scientist, and even statesment and soldiers…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membangun ideologi perjuangan, lembaga tarekat memanfaatkan ideologi-ideologi perjuangan setempat yang sebelumnya telah memiliki akar-akar yang telah berkembang di kalangan jajahan, yang biasa mereka gunakan untuk menentang kolonialisme, seperti nativisme, millaniarisme dan ratu adil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nativisme dan millaniarisme dapat dikukuhkan dalam doktrin wilayah harapan (the theater center, wilayah al-sufiyah), ratu adil yang banyak dianut di nusantara menempati konsep mahdiisme dalam tradisi tarekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul tenggelamnya ideologi-ideologi gerakan tersebut biasanya berbarengan dengan tindakan kolonial yang makin massif dan ekspansif. Sehingga secara psikologis dan sosiologis, kehadiran dan kemunculannya merupakan suatu bentuk respon penolakan atau protes sosial dari kalangan rakyat jajahan. Pertumbuhan mahdiisme di kalangan Parmalim bahkan mengasosiasikannya dengan sosok Sisingamangaraja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar-akar nativisme dan milleniarisme berasal dari pengalaman sejarah masyarakat yang sebelumnya merasakan kebebasan, kemerdekaan keharmonisan ketika berada di tengah-tengah penguasa pribumi (kerajaan atau kesultanan) Namun ketika kolonial berkuasa, keadaan dan kondisi kehidupan mereka secara total terbalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran etnik yang bertalian dengan sistem politik tradisional-yang defenisi-defenisi kebangsaannya berasal dari tradisi lokal, identitas religius dan tekanan politik kolonial ini-telah memancing kemarahan dan memberikan lahan subur bagi berbagai pemikiran untuk membangun wilayah otonom bagi prasyarat identitas pribumi atau yang dikenal dengan istilah nasionalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh ideologi gerakan yang dijelaskan di atas, secara esensial dan formal memperoleh justifikasi dari doktrin perlawanan terhadap si bottar mata penjajah yang dalam praktiknya dilengkapi dengan kekuatan-kekuatan magico-mysticism atau tabas-tabas dalam hamalimon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tradisi magis yang banyak dikembangkan lembaga sufi ini, secara antropologis dan psikologis, telah mengukuhkan para anggota gerakan, dan menumbuhkan perasaan bahwa gerakannya bersatu dengan kekuatan spiritual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mistik Karismatik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita bertanya kepada orang-orang Batak sekarang mengenai pemahaman mereka terhadap kaum parsolam atau malim atau kaum sufi, maka didapatlah bahwa banyak legenda atau cerita suhut-suhutan mengenai kegaiban para sosok orang-orang Batak suci tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah mengenai Tuan Basyir misalnya bahkan disinggung dalam buku Pustaha Tumbaga Holing. Dikatakan dia dapat tetap berada di Tanah Batak namun setiap jum’at akan pergi ke Mekkah untuk menunaikan sholat jumat. Begitu keramatnya sosok sang sufi sehingga banyak orang yang menaruh hormat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi tabas-tabas, azimat, kemampuan bathin yang katanya membuat mereka kebal dan dapat mengatasi siatusi dengan cepat. Kondisi yang istimewa tersebut membuat para sufi mendapat tempat yang istimewa di kalangan masyarakat Batak seperti halnya para datu dan lain sebagainya yang parbetengan. Bandingkan misalnya ini dengan kisah Sisingamangaraja XII, dengan ilmu hikmatnya, yang katanya dapat menghilang dari kepungan belanda setelah melafalkan zikir lailahaillallah dan hu..hu..hu… secara wirid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang tokoh di Pakkat yang datang secara berkala dari Manduamas dikabarkan dapat terbang dari Pakkat ke Barus lebih cepat dari mobil. Tokoh ini bernama Guru Jeto, seorang ulama yang sangat dihormati di kawasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi cerita mistis dan misteri di balik para sufi tersebut. Kemampuan magico-mystisism ini merupakan keistimewaan yang membuat banyak rakyat memihak para sufi dan malim dalam melawan kekuatan penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Khaldun dalam Muqaddimah-nya dan al-Syahrastani dalam al-Milal wa al-Nihal memperkirakan bahwa dunia mistis yang menggunakan kekuatan ruhani ini muncul dari orang-orang suci yang selalu mengolah kekuatan spiritualnya. Dunia sufi yang lekat dengan kontemplasi spiritual telah banyak menunjukkan hal ini. Memang, hanya orang-orang suci yang bisa memperoleh kekuatan ruhani semacam ini; mereka disebut ashhab al-ruhaniyah. Fenomena keterikatan tarekat dengan dunia magico-mystisism adalah suatu fenomena yang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kontemplasi spiritual, sufi-sufi besar menggali sabda-sabda ilahi-melalui riyadhah dan kasf-telah melahirkan beberapa rumusan kekuatan ruhaniyah (mistis) dari firman-firman Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama hikmah menjelaskan, kekuatan magico-mysticism terbagi dua: magico mysticism dalam bentuk doa yang selalu diwiridkan dan dalam tradisi animisme disebut sebagai mantra, ada juga yang ditulis pada benda-benda khusus. Kedua bentuk ini sangat dominan dalam dua tarekat dan sampai sekarang masih diwarisi orang-orang yang memiliki keistimewaan dan kekebalan dalam masyarakat Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantra atau wirid ini sering disebut dengan istilah hizb. Di antaranya adalah hizb al-khairat, hizb rifai’yah, syadziliyah, hizb al-bahr dan lain sebagainya. Kembali ke situasi pada abad ke-20 mengapa magico-mysticism begitu dominan dalam menguatkan gerakan perlawanan terhadap kaum kolonialis, tentunya bukan hanya karena otoritas mistik ini lahir dari sufi-sufi besar, tetapi juga karena kepentingan-kepentingan psikologis masyarakat tradisional yang menyandarkan perlindungan pada kekuatan supernatural untuk menghadapi musuh yang sangat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinjaun psikologis Michael Adas nampaknya bisa membantu menafsirkan hal tersebut, dia mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jimat-jimat yang digunakan oleh para pendukung kegiatan dalam studi ini dirancang untuk menetralkan keunggulan teknologi dan organisasi musuh Eropa mereka. Melalui jimat-jimat ini, para pemimpin kenabian (syeikh-syeikh tarekat) berusaha untuk memindahkan perlindungan magis kepada para pendukung mereka untuk meyakinkan mereka akan kekebalan dalam peperangan yang akan terjadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dibayangkan bagaimana masyarakat tradisional berhadapan dengan mesin-mesin pembunuh kolonial Belanda yang berteknologi tinggi, sementara mereka tidak memiliki atau belum memahami sama sekali. Tentunya hanya kekuatan mental dan luapan emosional yang selalu diibakar oleh para pemimpin anti-penjajahan yang bisa mengatasi keberanian untuk mengadakan revolusi fisik yang menuntut banyak pengorbanan ini. Di sinilah Islam mengajarkan bahwa keyakinan adalah induk segala tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori militer yang rasional menyatakan bahwa antara dua kekuatan yang sangat tidak seimbang, tidak memungkinkan bagi para pendukung revolusi berada di belakangnya. Tetapi di tangan para malim dan sufi Batak dan juga personalitas Sisingamangaraja XII, gagasan untuk mengusir penindas si bottar mata dan magico mysticism telah menjadi pucuk senjata yang paling ampuh dalam menentang Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara-upacara ritual yang sering diadakan oleh para syeikh tarekat dan raja-raja Batak, pemimpin anti-penjajahan menjelang penyerangan terhadap Belanda bukan hanya bermaksud untuk mengkoordinir pengikut dalam gerakan, tetapi juga bermaksud untuk mengukur kekuatan magis pengikut yang terlatih. Ritus magis ini secara formulatif verbal-yang di dalamnya diadakan sumpah magis dan pembagian azimat-azimat-telah menimbulkan efek psikologis yang mengerikan bagi penjajah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37881827-7346219212873522624?l=sinambela.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/7346219212873522624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/7346219212873522624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinambela.blogspot.com/2007/03/sufi-dan-perjuangan-melawan-penjajah.html' title='Sufi Dan Perjuangan Melawan Penjajah'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37881827.post-3561361839156354075</id><published>2007-02-17T12:28:00.000-08:00</published><updated>2007-02-17T12:35:41.485-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sinambela'/><title type='text'>Mahadi Sinambela: Menteri Pertama Dari Marga Sisingamangaraja</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1842/3922/1600/934916/sinam.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1842/3922/320/395534/sinam.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Disetujui, Dana Olahraga dari Cukai Rokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Kompas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara soal Dana Masyarakat untuk Olahraga (Damura) sedang menunggu keputusan akhir dari DPR RI, Menpora Mahadi Sinambela mencari solusi baru dengan meminta persetujuan Presiden agar dana untuk olahraga dikeluarkan dari cukai rokok. Menurut Mahadi Sinambela, Presiden Abdurrahman Wahid dapat menerima cara itu dan minta agar dibicarakan dengan menteri terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya telah mengirim surat kepada Menteri Keuangan Bambang Sudibyo dan Menko Ekuin Kwik Kian Gie. Semua proses sedang berjalan, mudah-mudahan mereka memberi kesempatan pada kita untuk mendapat cukai dari rokok. Besarnya Rp 5 sampai Rp 10 sebatang," katanya usai membuka Turnamen Catur "Enerpac Fair Play Open Turnament" di Sekolah Catur Utut Adianto, Jl Siliwangi, Bekasi, Kamis (9/3) sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahadi Sinambela menyebutkan, usaha yang ia lakukan bukan tandingan dari usaha yang dibuat PT Mutiara Mandala Mahardika (Tiga M) dengan proyek Damura. Melainkan sama berusaha mencari cara terbaik mengumpulkan dana untuk olahraga. "Damura biarkan saja berjuang sendiri, dan kita berusaha pula sendiri," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, dana yang diperjuangkannya seandainya nanti berhasil, kemungkinan tidak hanya untuk olahraga. "Bisa juga sebagian untuk keperluan pemuda," katanya. Ketika ditanya kira-kira berapa banyak dana yang bisa dikumpulkan setiap tahun dengan cara dan pungutan sebesar itu, ia menyebutkan belum sampai pada penghitungan angka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyinggung masalah Damura yang masih kontroversial, Mahadi Sinambela mengatakan bahwa pihaknya sedang menunggu keputusan akhir dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan DPR RI. "Kalau mereka nanti setuju, ya kita jalankan. Tetapi kalau malah melarang, larangannya itu yang kita jalankan," tambah Mahadi Sinambela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menpora mengatakan, pihaknya pada prinsipnya setuju penggalangan dana dari masyarakat untuk olahraga. "Namun pertimbangan kita untuk meneruskan atau tidak adalah reaksi masyarakat. Kalau masyarakat menolak, sudah tentu tidak kita laksanakan sebab yang menilai itu adalah mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya, Mahadi Sinambela mendukung kepemimpinan Machnan R Kamaluddin yang menggantikan Bambang N Rachmadi (mengundurkan diri) sebagai ketua umum PB Percasi periode 1999-2003. "Saya melihat padanya figur yang punya pengabdian dan bisa mengangkat prestasi catur ke tingkat yang lebih baik," katanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sinambela, saat ini sangat diperlukan orang-orang yang punya kecintaan besar terhadap pembinaan olahraga. "Kita tidak memerlukan lagi orang yang hanya mau menumpang untuk mencari popularitas melalui olahraga. Kita tidak ingin orang yang tidak datang rapat, tetapi tampil bila ada acara apalagi kalau menghadap Presiden. Kita ingin orang yang benar-benar menghayati olahraga," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengimbau induk organisasi olahraga agar tidak lagi memilih pimpinan yang merangkap memimpin beberapa cabang olahraga. "Memimpin dua sampai empat cabang tidak lagi kita inginkan untuk masa akan datang, sebab tidak akan memberikan pekerjaan yang maksimal. Pilihlah orang yang benar-benar menghayati dan bisa bekerja," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turnamen Catur Terbuka Enerpac Fair Play diikuti 182 pecatur dari 10 daerah. Beberapa daerah seperti Jabar, DKI Jakarta, Jatim, dan Sumsel, menurunkan tim PON XV-nya. Penyelenggara PB Percasi untuk pertama kali menerapkan peraturan khusus Percasi yang akan memberikan sanksi pada pecatur yang tidak sportif alias main sabun selama pertandingan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kompas Tahun 2000&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37881827-3561361839156354075?l=sinambela.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/3561361839156354075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/3561361839156354075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinambela.blogspot.com/2007/02/mahadi-sinambela-menteri-pertama-dari.html' title='Mahadi Sinambela: Menteri Pertama Dari Marga Sisingamangaraja'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37881827.post-8702680815806971414</id><published>2007-02-08T00:11:00.000-08:00</published><updated>2007-02-08T00:16:12.123-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Breaking News'/><title type='text'>Komunitas Adat Terpencil Masih Gemar Makan Orang (?)</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1842/3922/1600/934916/sinam.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1842/3922/320/395534/sinam.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Komunitas Adat Terpencil Masih Gemar Makan Orang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, (Analisa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Djelantik Mokodompit, di Jakarta, Rabu, mengingatkan pemerintah pusat agar serius memerhatikan komunitas adat terpencil, karena diyakini masih ada yang gemar makan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita jangan bergaya bangsa beradab, padahal di beberapa bagian tempat negeri ini banyak saudara kita yang terbiar atau dibiarkan masih hidup sangat primitif, dan menjadikan acara makan orang sebagai ritual biasa," ungkap Djelantik Mokodompit menunjuk salah satu kasus di Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakannya, perhatian serius bukan hanya karena masih adanya ritual makan orang, tetapi juga diperlukan langkah-langkah strategis dan konkret dari pemerintah melalui Departemen Sosial untuk meningkatkan keberadaban seluruh masyarakat komunitas adat terpencil sebagaimana di Boven Digoel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengamatan pihaknya, demikian Djelantik Mokodompit, masih banyaknya WNI di Provinsi Papua yang suka ke PNG terjadi akibat kurangnya perhatian pemerintah terhadap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ironis memang dengan apa yang terjadi sebagai sebuah kenyataan pahit di perbatasan RI-PNG. Untuk mempertahankan kehidupannya, mereka terpaksa ke PNG. Termasuk di dalamnya untuk berobat, mencari nafkah dan lain sebagainya," kata Djelantik Mokodompit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dia di Komisi VIII DPR RI mendesak Menteri Sosial memerhatikan usulan Pemkab Boven Digoel, agar segera membangun permukiman melalui program resettlement atas sekitar 8.000 WNI yang menyatakan sudah mau kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini harus disambut dengan program pengadaan kompleks permukiman sederhana yang konkret, tidak hanya di atas kertas," kata Djelantik Mokodompit mengenai usulan Kepala Kantor Perbatasan dan Hubungan Antar Daerah Kabupaten Boven Digoel, Frans Tingge beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frans Tingge kepada Antara mengungkapkan ide pihaknya untuk memulai membangun kawasan pemukiman di Distrik Kombut, wilayah perbatasan RI-PNG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain permukiman penduduk, juga sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, gereja, kantor imigrasi serta kepolisian dan TNI, termasuk pasar," tambah Frans Tingge.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37881827-8702680815806971414?l=sinambela.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/8702680815806971414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/8702680815806971414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinambela.blogspot.com/2007/02/komunitas-adat-terpencil-masih-gemar.html' title='Komunitas Adat Terpencil Masih Gemar Makan Orang (?)'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37881827.post-3864715596607496646</id><published>2007-02-08T00:10:00.000-08:00</published><updated>2007-02-08T00:14:26.683-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><title type='text'>Tokoh Medan: H Ali Jabbar Napitupulu</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1842/3922/1600/934916/sinam.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1842/3922/320/395534/sinam.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;H Ali Jabbar Napitupulu: IPNU &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Al Washliyah Jagokan Drs Rijal Sirait Calon Ketua PPP Sumut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friday, 14 July 2006 &lt;br /&gt;Medan (SIB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh Al Washliyah Sumut Lukman Hakim Hasibuan menjagokan Drs H Rijal&lt;br /&gt;Sirait menjadi Ketua DPW PPP Sumut periode 2006-2011, karena Rijal Sirait dinilai sebagai personifikasi Al Jamiyatul Washliyah di partai berlambang Kabah danm bentukan para ulama tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kader terbaik Al Washliyah Drs Rijal Sirait yang kini duduk sebagai Ketua F-PPP DPRD Sumut sudah saatnya pimpin DPW PPP Sumut, demi mengembalikan kejayaan partai Islam ini,” kata Lukman Hakim Hasibuan kepada wartawan, Kamis (13/7) di Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan, PPP Sumut sangat penting dipimpin kader dari ormas Islam terbesar seperti Al Washliyah dan NU (Nahdlatul Ulama), apalagi ormas ini memiliki basis massa yang kuat dan tentunya Ulama-ulama Al Washliyah dan NU memahami kenyataan ini, sebab tidak bisa dipungkiri PPP partai yang didirikan para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Washliyah misalnya, memiliki basis massa cukup tangguh dan hampir menyebar di hampir seluruh daerah di Sumut, bahkan memiliki aset sarana pendidikan, panti asuhan dan sarana kesehatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hasibuan, kekuatan massa PPP selama ini juga ditentukan ormas Islam termasuk Al Washliyah dan NU, sehingga dalam kepengurusan PPP, sejak dahulu sampai sekarang sinerji keduanya tidak bisa dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada semacam konvensi atau aturan tidak tertulis, jika Ketua PPP dari unsur MI (Muslimin Indonesia) yang didalamnya termasuk Al Washliyah, maka Sekretarisnya dari kalangan NU, seperti di Jatim (Jawa Timur), karena basisnya NU maka PPP dipimpin kader NU. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekaranglah saatnya Sumut dipimpin tokoh dari Al Washliyah, karena sejarah membuktikan, PPP Sumut pernah jaya ketika dipimpin kader Al Washliyah dan NU. Bahkan sampai kini banyak kader Al Washliyah yang menjadi Ketua PC PPP di Sumut,” katanya.&lt;br /&gt;Dengan pengalaman historis itu, Hasibuan yakin sosok Rijal Sirait yang kini duduk sebagai Wakil Sekretaris DPW PPP Sumut sangat tepat memimpin DPW PPP Sumut lima tahun ke depan, sebab ia memiliki basis massa yang jelas dan terukur serta punya rekam jejak yang tidak diragukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut informasi yang diperoleh, peta kekuatan kader ormas Islam di PPP Sumut saat ini cukup sinerjis ada Drs Rijal Sirait dan Drs H Yulizar Parlagutan Lubis dari Al Washliyah, sedangkan kader NU ada H Nailul Amali yang mantan Ketua Ansor Langkat dan H Ali Jabbar Napitupulu kader IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Soal siapa Sekretaris dari NU apakah Nailul atau yang lain, itu terserah floor atau peserta Muswil. Namun untuk Ketua PPP Sumut kita jagokan Rijal Sirait”, kata Lukman Hakim Hasibuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hasibuan, kejayaan sebuah partai ditentukan basis massa yang kuat dan tentunya Al Washliyah memiliki massa yang jelas, maka pantas kadernya saat ini memimpin PPP Sumut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah membuktikan, Pemilu legislatif yang lalu calon DPD (Dewan Perwakilan Daerah) dari Al Washliyah berhasil mulus dan menang telak melebihi kuota suara, yakni Almarhum Drs Abdul Halim Harahap dengan perolehan suara cukup signifikan.&lt;br /&gt;Karena itu, agar PPP kembali memperoleh kejayaannya pada Pemilu mendatang, sejarah harus diulang kembali. Kader Al Washliyah seharusnya menjadi Ketua PPP Sumut dan Muswil yang akan berlangsung 27 Juli 2006 di Asrama Haji Medan sangat menentukan nasib partai ini kedepan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37881827-3864715596607496646?l=sinambela.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/3864715596607496646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/3864715596607496646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinambela.blogspot.com/2007/02/tokoh-medan-h-ali-jabbar-napitupulu.html' title='Tokoh Medan: H Ali Jabbar Napitupulu'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37881827.post-116634899570783078</id><published>2006-12-17T01:49:00.000-08:00</published><updated>2006-12-17T01:49:55.720-08:00</updated><title type='text'>Si Le Meme</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1842/3922/1600/934916/sinam.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1842/3922/320/395534/sinam.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Le Meme: Sipenabur Kasih alias 'the Pirate'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan-tulisan sejarah mengenai pergulatan politik di abad pertengahan tidak banyak yang menceritakan kisah bajak laut. Padahal keberadaan bajak laut tidak dapat dipungkiri dalam percaturan politik saat itu. Sebagai kekuatan alternatif dan antagonis terhadap kemajuan peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, dari tafsiran-tafsiran mengenai perjalanan para musafir dahulu, tulisan-tulisan barat banyak mengutip musafir barat yang mengatakan Aceh sebagai bangsa bajak laut. Sebutan-sebutan tersebut, bahkan oleh Marco Polo, adalah 'pirate sultanate' dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, permasalahan siapa yang jadi 'pirate' dan siapa yang tidak, sangat tergantung siapa yang menjadi penulisnya. Bisa saja, orang-orang Eropa, bersikukuh menganggap bangsa Nusantara adalah bangsa "pembajak laut". Dapat dipahami argumentasinya karena keberadaan Eropa dan barbarianisme yang mereka bawa tampaknya tidak dapat diterima oleh orang-orang di Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, banyak juga tulisan-tulisan yang secara eksplisit menyatakan bahwa kedatangan Eropa di Nusantara bagaikan pisau bermata dua. Pertama untuk dalam misi musafir atau tamu dan yang kedua dalam misi 'pirate' itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah digambarkan bagaimana Portugis dan lainnya yang menjadi tamu di Nusantara, kemudian membakar rumah tuan rumah untuk merampok isinya. Hal-hal seperti inilah yang terjadi; Awalnya sebagai tamu, terakhir jadi perampok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Le Meme, merupakan kisah yang tidak dapat dicongkel begitu saja dari buku-buku sejarah. Kisah bajak laut ini seperti melengkapi bentuk peradaban yang dibawa orang Eropa ke nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saint Malo adalah kota kecil mungil di Bretagne, di pantai barat Prancis. Sebagai kota nelayan dan pariwisata, kota ini juga dikenal sebagai universitas bajak laut di seantero Eropa paling tidak dalam era antara abad ke-16 sampai dengan abad ke-19. Tercatat alumni universitas antagonis tersebut memberangkatkan dua kapal pada bulan Mei 1601. Kapal ini dipersenjatai sedemikian canggihnya untuk ukuran saat itu dan diberangkatkan oleh De Laval dan De Vitre.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota ini pulalah lahir Le Meme di tahun 1763. Sejak kecil dia telah dididik dengan kisah-kisah pembawa tidur mengenai keperkasaan bangsa Eropa yang merompak dimana-mana dan berperang jika perlu. Semangatnya semakin menggebu-gebu mendengar kisah kemenangan nenek moyang mereka dalam merampok tanah orang dengan hasil rampokan yang bernilai tinggi, dan para nelayan miskin itu pulang dari nun jauh dan menjadi orang kaya. Cerita inilah yang membuat Le Meme bertekad menjadi orang Eropa sejati menurut cerita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dibuktikannya, saat perang kemerdekaan Amerika dan negerinya, Prancis bermusuhan dengan Inggris, dia menyempatkan diri merampok kapal-kapal musuh. Namun suatu saat kapalnya mengalami kekalahan dari Inggris. Le Meme dan anak buahnya ditawan. Sebagai bangsa Aryan yang diklaim sebagai bangsa yang paling berkuasa di bumi, penangkapan ini malah membulatkan tekadnya untuk menjadi raja bajak laut sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang Napoleon memberikan kesempatan padanya. Dia diserahi tugas untuk memimpn sebuah kapal dengan kekuatan 12 meriam dan 80 awak dengan pangkalan di Ile de France en Bourban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekad untuk menjadi pria yang berkuasa dan terkaya di dunia bajak laut diujudkannya dengan berlayar menuju kepulauan makmur, yang tanahnya terdiri dari emas bila diairi, negeri yang sopan dan santun dalam menerima tamu, dan sekaligus negeri yang mudah ditipu, yakni Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Juli 1793, meninggalkan Eropa dengan hati yang semakin bersemangat. Target pertamanya adalah selat sunda dengan merampok sebuah kapal yang berisi harta degan nilai yang sangat tinggi. Kapal yang kebetulan milik VOC ini, memuat harta dan benda-benda berharga yang dijarah bajak laut Belanda dari padang dan akan disimpan di sarang mereka; Batavia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, juga sebuah kapal milik Cina juga berhasil dikuras ditambah lagi sebuah kapal barang milik Belanda esok harinya. Le Meme bersuka ria dan merayakan keberhasilannya; menyebarkan 'kedamaian dan kasih' di Nusantara dengan imbalan hasil rampokan yang bernilai tinggi yang belum pernah dilihatnya di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses ini membuat pemerintah Prancis untuk menganugerahinya dengan penghargaan tertinggi yakni menaikkan jabatannya. Dia ditugasi untuk memimpin armada yang lebih perkasa, dengan awak dan persenjataan yang semakin beragam. Pemerintah Prancis semakin bersemangat untuk mendukung 'Lasykar Iman' ini, karena akan membawa Prancis dapat hidup dengan harta 'suci' hasil rompakan tersebut sebagaimana Belanda, Inggris, Spanyol dan Portugis selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan mereka untuk yang kesekian kalinya ke Nusantara, mereka merampok kapal Belanda kembali yang baru saja menguras harta para penduduk Padang. Di sana dia bertemu dengan Bergman, seorang yang kemudian  berjasa membujuk Le Meme untuk membumi-hanguskan Padang melalui Bukit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerombolan awak kapal Le Meme yang sudah dibekali dengan minuman keras itu mendarat di Air Manis, dari sana mereka mendaki Bukit Padang dan menyerbu kota dari arah itu. Di Puncak bukit itu terdapat sebuah sarang pertahanan awak Belanda yang sudah ditinggalkan. Awak Belanda yang biasanya sangat congkak dengan penduduk pribumi ini, akhirnya lari terbirit-birit dengan pasukan 'kasih' dari Le Meme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ampun, pasukan Le Meme juga menyerang dengan rakit-rakit dari Sungai Arau. Terdapat sedikit perlawanan tapi itu malah membuat Le Meme semakin bersemangat. Awak Le Meme, merampas hampir semua harta benda yang berharga di kota ini, tidak peduli itu milik pribumi yang sedang sekarat atau milik bajak laut Belanda yang sedang sangat dongkol dan jengkel dengan kenyataan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah 'pohon kemerdekaan'  ditanam dan lagu kebangsaan bajak laut Marseillase pun berkumandang menggantikan lagu-lagu yang hampir sama mengerikannya sebelumnya. Bajak laut Belanda alias VOC yang sedang berpoya-poya menikmati diri di Pulau Cingkuk, langsung berhamburan terbirit-birit mendengar kumandang lagu tersebut. Tujuan mereka adalah Indrapura untuk kemudian kembali ke sarang di Batavia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak puas dengan emas dan kain-kain sutera yang bernilai tinggi yang ada di kota Padang, gerombolan Le Meme yang ribuan itu semakin bersemangat untuk menjarah daerah kaya lainnya. Kali ini yang kena adalah Natal, di tanah Batak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, beda dengan keberingasan Belanda, pasukan Le Meme tidak bermaksud untuk menculik dan membunuh Belanda yang sudah menyerah. Mereka menghindari diri untuk menculik dan memerkosa wanita-wanitanya. Kecuali minta makan, mereka juga tidak sampai melukai penduduk yang menyerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kemenangan yang mereka raih awak Le Meme memaksakan pembayaran kepada penduduk Padang. Uang sebesar 70.000 diharuskan dibayarkan kepada mereka. Anehnya, beda dengan Belanda, awak Le Meme menerima negosiasi yang akhirnya disetujui sebesar 25.000 ringgit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penduduk golongan Cina melakukan manuver politik untuk menghindari diri dari tekanan ini. Di Bawah pimpinan Louw Tjoan Ko mereka berkelit dengan tidak mau membayar harga kemenangan tersebut. Sama saat mereka berada dalam kekuasaan Belanda, orang-orang Cina sangat paham dalam memainkan peran politik mereka sebagai golongan niaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mereka mempunyai kesulitan mengontrol pribumi, mereka akan melapor ke pihak Belanda untuk mengenyahkan pribumi tersebut. Namun saat tiba waktunya membayar pajak mereka berkelit untuk tidak mau membayar. Mereka akan menyembunyikan harta mereka di bagian rumah yang sulit untuk dicari. Saat ada bahaya, mereka melarikan diri terlebih dahulu, meninggalkan Belanda berperang sendirian melawan musuh. Namun kali ini awak Le Meme yang tidak suka dengan tipuan ini, membakar rumah-rumah yang tidak mau membayar. Sebuah kerugian besar karena di rumah itu tersimpan semua harta karun dan uang yang ditumpuk selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puas dengan kesuksesan yang mereka raih, Le Meme kembali ke pangkalannya di Ile de France. Tak menyi-nyiakan berlama-lama di laut, mereka menyempatkan diri untuk menyikat kapal Portugis yang baru saja beraksi di perairan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun setelah itu, dia dipercayakan kembali untuk memimpin kapal yang lebih besar. Kali ini kapal-kapal Inggris yang merompak di lautan lepas atas nama dagang dikuras habis. Le Meme menjadi jutawan dam menjadi momok bagi siapa saja yang terlibat dalam dunia bajak laut di daerah gemah ripah roh jinawi nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inggris murka dengan keberadaan mereka. Beberapa kapal perang ditugaskan khusus menghancurkan kapal-kapal ini dengan pimpinan Grand Hirondelle. Kapal Le Meme yang usang tidak dapat bersaing dengan kapal Inggris yang lebih canggih dan lebih cepat. Dia ditangkap dan dipenjarakan di Inggris, namun kemudian dilepaskan paska perdamaian Inggris-Prancis di Amiens. Paska kebebasannya, dia menjadi kaya raya seperti yang diimpikan setiap Eropa di masa kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan untuk menambah kekayaannya datang saat perang dengan Inggris berkumandang kembali. Kali ini kapalnya lebih canggih bernama La Fortuna. Mereka beraksi di Teluk Bengal kontra kapal-kapal bajak laut Inggris. Dalam waktu singkat kapal-kapal yang menamakan diri East India Company itu dilumat. Dari enam kapal pertama digadaikan seharga 1,2 juta franc. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, nahas, kapal dagang Perancis ini, dengan pimpinan Le Meme, berhasil dihancurkan Inggris pada tanggal 7 November. Kapal fregat Inggris tersebut, seakan memberi jalan bagi bajak laut non-Prancis untuk semena-semena merampas nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sulit untuk menandai kapal-kapal bajak laut di abad pertengahan karena setiap kapal tersebut didukung penuh oleh negaranya. Le Meme oleh Prancis, EIC oleh Inggris dan bajak laut VOC oleh Belanda dll.&lt;br /&gt;2. Zaman pertengahan adalah zaman dimana kekerasan dan kezaliman didukung oleh negara sehingga daerah-daerah merdeka di Asia yang menjadi kontak dagangnya, kesulitan untuk membedakan antara pedagang dan bajak laut, sehingga mereka dengan mudah dapat dikuasai oleh asing.&lt;br /&gt;3. Negara-negara yang mendukung kapal-kapal perompak tersebut dapat dengan mudah berkelit dari dosa sejarah, karena yang melakukan invasi awal adalah para bajak laut. Maka dengan alasan untuk merestorasi perusahaan atau bajak laut yang sudah bangkrut, negara-negara tersebut ramai-ramai menduduki wilayah yang dikuasai bajak laut mereka. Maka negara tersebut seperti dihadiahi wilayah dengan cuma-cuma.&lt;br /&gt;4. Negara-negera seperti Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris dan Spanyol merupakan negara-negara yang mendukung dan sangat diuntungkan dengan keberadaan bajak laut ini. Ada simbiosis antara kekuatan negatif dan positif dan melakukan sebuah upaya kezaliman di muka bumi.&lt;br /&gt;5. Dalam era modern, peran bajak laut sudah digantikan oleh infiltrasi intelijen yang bertujuan mengobok-obok sebuah negara sebelum dijajah secara resmi. Menggunakan tangan kotor terlebih dahulu untuk kemudian menggunakan kekuatan penuh merupakan cara lama untuk mengkolonisasi sebuah wilayah dalam sejarah peradaban manusia sesuai dengan hukum-hukum politik yang natural.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37881827-116634899570783078?l=sinambela.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/116634899570783078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/116634899570783078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinambela.blogspot.com/2006/12/si-le-meme.html' title='Si Le Meme'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-37881827.post-116529798541853260</id><published>2006-12-04T21:40:00.000-08:00</published><updated>2006-12-04T21:53:05.430-08:00</updated><title type='text'>Sultan Sinambela (Guru Patimpus)</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1842/3922/1600/934916/sinam.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/1842/3922/320/395534/sinam.png" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;Pada tahun 1540 M, Mahkuta atau Manghuntal yang menjadi Panglima di Kerajaan Hatorusan yang berpusat di Barus dan Singkel--ditugaskan menumpas pemberontakan di pedalaman Batak, setelah sebelumnya berhasil mengusir Portugis dari perairan Singkel, memerintah di tanah Batak sebagai Sisingamangaraja I. Kedaulatannya ditransfer oleh Raja Uti VII yang kehilangan kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan Sisingamangaraja I, hanya berlangsung sepuluh tahun. Sebelum putra mahkotanya, Manjolong, berumur dewasa, masih 12 tahun, Manghuntal dikabarkan menghilang dan tidak pernah kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Bakkara dan lingkungan Istana percaya bahwa Sisingamangaraja menghilang diambil Mulajadi Nabolon ke langit atau menganggapnya sebagai kejadian gaib. Manjolong akhirnya diangkat menjadi Sisingamangaraja II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan dari kitab-kitab kuno bangsa Batak Karo diketahui bahwa Sisingamangaraja I ternyata berada di tanah Karo paska menghilangnya raja dari Bakkara. Tidak disebutkan sebab-sebab migrasi Sisingamangaraja. Apakah dia frustasi dengan keadaan rakyatnya yang terus bertikai dan bertengkar, walau sudah dibujuk untuk damai dengan benda-benda pusaka Raja-raja Uti, tidak diketahui dengan pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi melihat riwayat-riwayat budi pekerti sosok Sisingamangaraja I yang anti- perbudakan, anti-rentenir sehingga selalu membayar utang para rakyat yang terlilit hutang dan lain sebagainya, membuatnya banyak memiliki musuh dari elit-elit yang suka mengeksploitasi rakyat. Permusuhan itu, tidak saja dari lingkungan istana tapi bahkan dari kerabatnya sendiri, misalnya namborunya, yang tidak menyukai kebijakannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paska kepindahannya ke tanah Karo salah satu cucunya yang bernama Guru Patimpus mendirikan huta yang sekarang menjadi Ibukota Provinsi Sumatera Utara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama medan merupakan sebuah desa yang dibangun oleh Guru Patimpus. Desa tersebut yang berfungsi sebagai ‘onan’ tempat berkumpulnya orang-orang dari berbagai penjuru untuk tujuan ekonomi, politik dan sosial. Onan itu berada di sebuah lapangan besar di mana diatasnya keramaian orang melakukan transaksi. Orang-orang Arab yang melihat peristiwa itu menyebut lapangan tersebut sebagai Maidan, lapangan luas, yang akhirnya menjadi Medan dalam lidah melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Medan dikenal berbeda-beda dalam sejarah, sesuai dengan perubahan penguasa atas kawasan ini. Kesultanan Haru, terdiri dari orang Karo yang menjadi prajurit Aceh, pernah menguasasinya dan medan lebih dikenal dengan Haru. Dominasi orang Haru diruntuhkan oleh orang Aceh dan mengangkat orang melayu menjadi pemimpin di daerah tersebut. Maka kemudian dikenal juga nama Ghuri dan Deli di tangan orang Melayu yang diangkat oleh Aceh dan dipengaruhi oleh budaya India Dehli sekarang dikenal Delhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut riwayat Hamparan Perak salah seorang putera dari Sisingamangaraja bernama Tuan Si Raja Hita mempunyai seorang anak bernama Guru Patimpus pergi merantau ke beberapa tempat di Tanah Karo dan merajakan anak-anaknya di kampung–kampung: Kuluhu, Paropa, Batu, Liang Tanah, Tongging, Aji Jahe, Batu Karang, Purbaji, dan Durian Kerajaan. Kemudian Guru Patimpus turun ke Sungai Sikambing dan bertemu dengan Datuk Kota Bangun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Datuk Bueng yang tinggal di Jl. Kertas Medan dia mempunyai dokumen tua dalam bentuk lempeng–lempeng. Menurut trombo yang ada padanya Raja–raja 12 Kuta (Hamparan Perak) adalah : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinasti Sisingamangaraja I, setelah menghilang dari Bakkara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sisingamangaraja, bernama aseli Mahkuta alias Manghuntal. Lahir di Bakkara, dibesarkan di Istana Raja Uti VII (Pasaribu Hatorusan) di Singkel, menjadi raja Batak di Bakkara paska menumpas pemberontakan memerintah di tahun 1540-1550 M. Mempunyai dua anak, yang pertama adalah Manjolong, menjadi Sisingamangaraja II di Bakkaara dengan gelar Datu Tinaruan atau Ompu Raja Tinaruan memerintah 1550 s.d 1595 dan yang kedua adalah: &lt;br /&gt;2. Tuan Siraja Hita, Di sana ia memperoleh tiga orang anak. Anak yang nomor dua menjadi raja di Kerajaan Pekan. Yang bungsu menjadi raja di Kerajaan Balige, Toba dan yang tertua bernama Patimpus alias Guru Patimpus. &lt;br /&gt;3. Guru Patimpus, masuk Islam dan pada tanggal 1 Juli 1590, mendirikan kota Medan. Puteranya adalah, (1) Benara, Raja di Benara (2) Kuluhu, Raja di Keluhu (3) Batu, pendiri kerajaan Batu, (4) Salahan, Raja di Salahan (5) Paropa, Raja di Paropa (6) Liang, Raja di Liang Tanah (7) Seorang gadis yang menikah dengan Raja Tangging (Tingging) (8) Janda yang menetap di Aji Jahe (9) Si Gelit (Bagelit), Raja di Kerajaan Karo Islam Sukapiring, daerah antara Medan sampai ke pegunungan Karo (10) Raja Aji, yang menjadi perbapaan Perbaji, (11) Raja Hita yang menjadi raja di Durian Kerajaan, Langkat Hulu (12) Hafidz Tua dengan panggilannya Kolok, tidak menjadi raja tapi ulama dan Hafidz Muda dengan panggilannya Kecik yang menjadi pengganti Guru Patimpus di Kerajaan Medan.&lt;br /&gt;4. Raja Hafidz Muda&lt;br /&gt;5. Raja Muhammadsyah putera Hafidz Muda, makamnya terletak di dekat makam puteranya Masannah, daerah Petisah Medan. Mempunyai tiga putera. Yang pertama adalah Masannah yang dikenal dengan Datuk Saudagar, dia menetap di Pulau Bening dan keturunannya berada di sana. Makamnya di samping makam ayahnya Muhammadsyah yang disebut 'Makam Melintang', anak yang kedua adalah Pangeran Ahmad yang keturunanya menetap di Petisah, Medan dan yang ketiga adalah Raja Mahmud yang menjadi pengganti Raja Muhammadsyah. Saat ini pusat kerajaan yang meliputi 2/3 dari kerajaan Patimpus dipindahkan ke Terjuan. Dia dimakamkan di sana. Raja Muhammadsyah memperlua kerajaan ke kawasan baru yang bernama Kuala Bekala dan Terjun. Kedua daerah ini kemudian disebut Marhom Muhammadsyah Darat.&lt;br /&gt;6. Raja Mahmud putera Muhammadsyah, mempunyai dua putera mahkota. Pertama Pangeran Ali dan yang kedua Pangeran Zainal yang memilih tinggal di Klambir Tunggal dan kuburannya ada di sana.&lt;br /&gt;7. Raja Ali putera Mahmud, memindahkan ibukota ke kawasan Buluh Cina. Kerajaan mulai makmur dengan perdagangan. Penghasilan kerajaan berasal dari ekspor lada besar-besaran ke Penang/Melaka. Mempunyai satu putera mahkota, Banu Hasyim dan satu puteri, Bujang Semba yang menikah dengan Sultan Panglima Mangedar Alam dari Kesultanan Deli. Masuknya pengaruh kekuatan Aceh dan orang-orang melayu yang berciri khas India Dehli. Kesultanan Deli sendiri didirikan oleh Sri Paduka Gocah Pahlawan Laksamana Khoja Bintan.&lt;br /&gt;8. Raja Banu Hasyim putera Ali, menikah dengan puteri Manyak, kakak dari Datuk Sunggal Amar Laut. Dia memperluas kerajaan sampai ke kawasan Kampung Buluh. Mempunyai tiga anak. Pertama adalah Sultan Sri Ahmad, yang kedua adalah Sri Kemala, puteri yang menikah dengan Sultan Osman I dari Kesultanan Deli dan yang ketiga adalah Sri Hanum, seorang puteri yang menikah dengan Pangeran Kesultanan Langkat, Musa.&lt;br /&gt;9. Sultan Sri Ahmad putera Banu Hasyim. Pusat kerajaan di pindahkan ke Pangkalan Buluh. Kerajaan Karo Islam mulai tergeser karena menguatnya Kesultanan Deli yang didukung oleh pihak Imperium Kesultanan Aceh. Sultan pernah menerima tamu bernama John Anderson pada tahun 1823. Kerajaan Islam Karo akhirnya takluk ke Kesultanan Deli dan Sultan akhirnya masuk menjadi pembesar Kesultanan Deli yang bergelar Datuk Panglima Setia Raja Wazir XII-Kota. Pemerintahannya di bawah Kesultanan Deli akhirnya dipindahkan ke Hamparan Perak. Dia meninggal dalam usia 119 tahun&lt;br /&gt;10. Datuk Adil&lt;br /&gt;11. Datuk Gombak&lt;br /&gt;12. Datuk Hafiz Harberhan&lt;br /&gt;13. Datuk Syariful Azas Haberham. Riwayat Hamparan Perak ini pernah disalin ke dalam bahasa Belanda dalam "Nota Over De Landsgrooten van Deli", juga dalam "Begraafplaatsrapport Gementee Medan 1928"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan bahan–bahan dari Panitia Sejarah Kota Medan (1972) termasuk Landschap Urung XII Kuta, ini dapat dilihat dari trombo yang disalin dalam tulisan Batak Karo yang ditulis di atas kulit–kulit Alin. Trombo ini mengisahkan Guru Patimpus lahir di Aji Jahei. Dia mendengar kabar ada seorang datang dari Jawi (bahasa Jawi bahasa Pasai Aceh, kemudian dikenal dengan bahasa Melayu tulisan Arab. Orang yang datang dari Jawi itu adalah orang dari Pasai keturunan Said yang berdiam di kota Bangun. Orang itu sangat dihormati penduduk di Kota Bangun kemudian diangkat menjadi Datuk Kota Bangun yang dikenal sangat tinggi ilmunya. Banyak sekali perbuatannya yang dinilai ajaib-ajaib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Patimpus sangat ingin berjumpa dengan Datuk Kota Bangun untuk mengadu kekuatan ilmunya. Guru Patimpus beserta rakyatnya turun melalui Sungai Babura, akhirnya sampailah di Kuala Sungai Sikambing. Di tempat ini Guru Patimpus tinggal selama 3 bulan, kemudian pergi ke Kota Bangun untuk menjumpai Datok Kota Bangun. Konon ceritanya dalam mengadu kekuatan ilmu, siapa yang kalah harus mengikuti yang memang. Dalam adu kekuatan ini, berkat bantuan Allah SWT Guru Patimpus kalah dan dia memeluk agama Islam, sebelumnya beragama Perbegu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia belajar agama Islam dari Datuk Kota Bangun. Dia selalu pergi dan kembali ke Kuala Sungai Sikambing pergi ke gunung dan ke Kota Bangun melewati Pulo Berayan yang waktu itu di bawah kekuasaan Raja Marga Tarigan keturunan Panglima Hali. Dalam persinggahan di Pulo Berayan, rupanya Guru Patimpus terpikat hatinya kepada puteri Raja Pulo Berayan yang cantik. Akhirnya kawin dengan puteri Raja Pulau Berayan itu, kemudian mereka pindah dan membuka hutan kemudian menjadi Kampung Medan. Setelah menikah, Patimpus dan istrinya membuka kawasan hutan antara Sungai Deli dan Sungai Babura yang kemudian menjadi Kampung Medan. Tanggal kejadian ini biasanya disebut sebagai 1 Juli 1590, yang kini diperingati sebagai hari jadi kota Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putera Guru Patimpus Hafal Al-Qur'an &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perkawinan dengan puteri Raja Pulo Berayan lahirlah dua orang anak lelaki, seorang bernama Kolok dan seorang lagi bernama Kecik. Kedua putera Guru Patimpus ini pergi ke Aceh untuk belajar agama Islam. Kedua putera Guru Patimpus ini hafal Al Qur'an, karena itu Raja Aceh memberi nama untuk yang tua Kolok Hafiz, dan adiknya Kecik Hafiz. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut trombo yang ditulis dalam bahasa Batak Karo di atas kulit Alin itu, Hafiz Muda kemudian menggantikan orang tuanya Guru Patimpus, menjadi Raja XII Kuta. Putera Guru Patimpus dari ibu yang lain bernama Bagelit turun dari gunung menuntut hak dari ayahandanya yaitu daerah XII Kuta. Setelah puteranya Bagelit memeluk agama Islam daerah XII Kuta yang batasnya dari laut sampai ke gunung dibagi dua. Kepada Bagelit diberi kekuasaan dari Kampung Medan sampai ke gunung. Akhirnya kekuasaan Bagelit dikenal dengan Orung Sukapiring. Sedangkan Hafiz Muda tetap menjadi Raja XII Kuta berkedudukan di Kampung Medan. Waktu itu Medan adalah sekitar Jalan Sungai Deli sampai Sei Sikambing (Petisah Kampung Silalas). Guru Patimpus dan puteranya Hafiz Muda yang menjadikan Kampung Medan sebagai pusat pemerintahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut trombo dan riwayat Hamparan Perak (XII Kuta) Guru Patimpus belajar agama Islam pada Datuk Kota Bangun. Menurut catatan sejarah Datuk Kota Bangun adalah seorang ulama besar, tapi tidak disebut namanya. Apakah Datuk Kota Bangun itu adalah Imam Siddik bin Abdullah yang meninggal 22 Juni 1590? Pertanyaan ini barang kali ahli sejarah dapat menjawabnya. Di masa dulu ulama–ulama besar lebih dikenal dengan menyebut nama tempat ulama itu berdomisili. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. J.P. Moquette dan Tengku Luckman Sinar, SH, makam Imam Siddik bin Abdullah terdapat di Perkebunan Klumpang. Pada batu nisannya tertulis ulama dari Aceh Imam Siddik bin Abdullah meninggal 23 Syakban 998H (22 Juni 1590)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/37881827-116529798541853260?l=sinambela.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/116529798541853260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/37881827/posts/default/116529798541853260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sinambela.blogspot.com/2006/12/sultan-sinambela-guru-patimpus.html' title='Sultan Sinambela (Guru Patimpus)'/><author><name>Tony</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
